Pernyataan Anggota Dewan Soal Dicabutnya Subsidi Pupuk di Jawa Tengah Dipertanyakan

Related

Ketua MPR Resmikan Sirkuit Nasional Zabaq Jambi

Jambi - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

Silaturahmi Perwakilan Angkatan Alumni SMA Diponegoro 1 Jakarta

Jakarta - Berawal dari komunikasi yang terjalin dari sesama...

Bambang Soesatyo Melepas Rally Motor Listrik Pertama di Indonesia

Bali - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

TRAVELOKA Kecewakan Customer, Customer Merugi

Jakarta - Traveloka yang merupakan sebuah layanan pemesanan tiket...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah Sumanto meminta agar alokasi subsidi pupuk untuk wilayahnya mengundang pertanyaan publik. Sumanto mengatakan subsidi pupuk tidak meningkatkan pendapatan petani, lebih baik alokasi anggaran dimanfaatkan untuk membeli gabah petani dengan harga pokok penjualan (HPP) di atas Rp 5.000 per kilogram.

Pasalnya alokasi penyerapan pupuk di Jawa Tengah adalah yang terendah secara nasional. Dari fakta tersebut, Komunikolog Tamil Selvan menduga, ada misteri besar di balik pernyataan Sumanto terkait permintaannya mencabut subsidi pupuk di Jawa Tengah tersebut.

“Kita harus bisa menangkap sinyal, mereka secara instrumen kenegaraan tidak bisa secara gamblang menyatakan bahwa ada misteri didalam alokasi pupuk subsidi ini. Jadi tugas kita sebagai analis dan aktivis untuk menyambut dan membongkar sinyal yang diberikan ini,” kata Ketua Forum Politik Indonesia ini, Rabu (20/10/2021) malam.

Aktivis yang akrab disapa Kang Tamil ini menambahkan bahwa sudah bukan rahasia lagi bahwa banyak permainan didalam pengalokasian pupuk bersubsidi ini.

“Kenyataannya petani dibawah kesulitan mendapatkan pupuk, harus ‘cawe-cawe’ baru bisa masuk daftar. Sementara data Kementerian Pertanian, alokasi pupuk subsidi setiap tahun meningkat. Jadi pasti ada siluman disini, dan harus kita ungkap,” jelasnya.

Lebih lanjut Kang Tamil mengatakan bahwa ia akan membentuk tim terstruktur untuk menyambut sinyal tentang adanya permainan pengalokasian pupuk subsidi ini, sebab pengamat ini berpendapat permainan ini bisa saja mengelabui menteri dan dapat menjebaknya setiap saat.

“Saya lihat menteri justru rentan menjadi korban dalam permainan ini. Maka kami akan membentuk tim bersama aktivis lainnya untuk menyelidiki hal ini. Ini uang rakyat, dan kami tidak mau nama Presiden ikut jelek karena dugaan permainan ini. Akan kami selidiki,” tutupnya

- Advertisement -