Aksi Depan Gedung KPK , Massa Desak Usut Dugaan Praktek Jual Beli Jabatan di Sumsel

Related

Ini Permintaan MAKI ke Presiden Jokowi

Medan - Dikabarkan Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kerja...

Berhasil Ungkap Perampokan Toko Emas, HIMMAH Sumut Apresiasi Kapolda Sumut

Medan - Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PW...

Terpilih Secara Aklamasi Kamaluddin Nazuli Siregar Resmi Pimpin HIMMAH Asahan 2021-2023

Asahan - Kamaluddin Nazuli Siregar terpilih secara aklamasi menjadi...

Penggiat Anti Korupsi : Proyek Tahun Jamak Ogan Ilir 2007-2010 Berpotensi Rugikan Negara 103 Miliar

Palembang - Pegiat Antikorupsi Sumatera Selatan, Feri Kurniawan menilai...

Share

Jakarta – Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Barisan Aksi Mahasiswa Indonesia (BASMI) melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Merah Putih KPK pada Jumat, 16 April 2021. Basmi melakukan aksi demonstrasi perihal kasus dugaan praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Sumatera Selatan (Sumsel).

Koordinator Aksi Moh. Jailani menyampaikan bahwa KPK tidak boleh membiarkan praktek KKN yang terjadi di Sumsel.

“Melakukan aksi ini karena kami masih percaya ke KPK untuk tidak lengah dan bekerja profesional sehingga memberantas yang namanya KKN. KPK tugasnya memang seperti itu, kalau misalkan ada praktek KKN harus dientaskan ,” kata Jailani.

Spanduk Tuntutan Mahasiswa Terhadap Praktek Jual Beli Jabatan di Provinsi Sumatera Selatan

Menurut Jailani, di Sumsel telah terjadi dugaan praktek jual beli jabatan dan pengangkatan kerabat dekat sebagai pejabat di Pemda.

“KPK harus turun ke Sumsel dan selidiki adanya dugaan kasus jual beli jabatan dan pengangkatan kerabat gubernur Herman Deru sebagai pejabat di Pemda karena ini jelas-jelas praktek KKN yang harus dituntaskan oleh KPK” ujarnya.

Jailani menantang Firli Bahuri untuk turun ke tanah kelahirannya sendiri untuk menyelesaikan banyak persoalan terkait dengan kasus korupsi.

“Bapak Firli adalah putra terbaik daerah Sumsel, jadi kami minta untuk turun tanah kelahirannya sendiri. Kalau tidak mau turun selahkan mundur saja sebagai ketua KPK karena kami tidak membanggakan orang yang tidak mau menyelesaikan persoalan korupsi di daerahnya sendiri,” kesalnya.
“Kami sudah beberapa kali minta KPK untuk menuntaskan kasus yang terjadi di Sumsel dan sekarang kami minta lagi untuk turun mengusut kasus dugaan jual beli jabatan dan distribusi kekuasan berdasarkan kekeluargaan yang dilakukan oleh Gubernur Herman Deru, oleh karena itu KPK jangan tebang pilih segera usut kasus tersebut” tutup Jailani.