Aksi Depan Gedung KPK , Massa Desak Usut Dugaan Praktek Jual Beli Jabatan di Sumsel

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Barisan Aksi Mahasiswa Indonesia (BASMI) melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Merah Putih KPK pada Jumat, 16 April 2021. Basmi melakukan aksi demonstrasi perihal kasus dugaan praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Sumatera Selatan (Sumsel).

Koordinator Aksi Moh. Jailani menyampaikan bahwa KPK tidak boleh membiarkan praktek KKN yang terjadi di Sumsel.

“Melakukan aksi ini karena kami masih percaya ke KPK untuk tidak lengah dan bekerja profesional sehingga memberantas yang namanya KKN. KPK tugasnya memang seperti itu, kalau misalkan ada praktek KKN harus dientaskan ,” kata Jailani.

Spanduk Tuntutan Mahasiswa Terhadap Praktek Jual Beli Jabatan di Provinsi Sumatera Selatan

Menurut Jailani, di Sumsel telah terjadi dugaan praktek jual beli jabatan dan pengangkatan kerabat dekat sebagai pejabat di Pemda.

“KPK harus turun ke Sumsel dan selidiki adanya dugaan kasus jual beli jabatan dan pengangkatan kerabat gubernur Herman Deru sebagai pejabat di Pemda karena ini jelas-jelas praktek KKN yang harus dituntaskan oleh KPK” ujarnya.

Jailani menantang Firli Bahuri untuk turun ke tanah kelahirannya sendiri untuk menyelesaikan banyak persoalan terkait dengan kasus korupsi.

“Bapak Firli adalah putra terbaik daerah Sumsel, jadi kami minta untuk turun tanah kelahirannya sendiri. Kalau tidak mau turun selahkan mundur saja sebagai ketua KPK karena kami tidak membanggakan orang yang tidak mau menyelesaikan persoalan korupsi di daerahnya sendiri,” kesalnya.
“Kami sudah beberapa kali minta KPK untuk menuntaskan kasus yang terjadi di Sumsel dan sekarang kami minta lagi untuk turun mengusut kasus dugaan jual beli jabatan dan distribusi kekuasan berdasarkan kekeluargaan yang dilakukan oleh Gubernur Herman Deru, oleh karena itu KPK jangan tebang pilih segera usut kasus tersebut” tutup Jailani.

- Advertisement -