Anies Ditantang Untuk Tutup Perusahaan Besar Yang Melanggar Pada Saat PPKM

Related

HIMMAH Unimed Adakan Masa Silaturahmi Mahasiswa (MASIMA)

Medan - Masa Silaturrahmi Mahasiswa (MASIMA) Himpunan Mahasiswa Al...

Percepatan Menuju Sultra Maju, Biro Organisasi Setda Sultra Adakan Rapat Koordinasi

Kendari - Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara...

Relawan Andi Amran Sulaiman (RAAS) Deklarasi di 34 Provinsi

BANDUNG - Sejak Relawan Andi Amran Sulaiman (RAAS) se-Indonesia...

Giring PSI Asal Bunyi, Ini Tanggapan Poros Rawamangun

Jakarta - Ibarat perahu, semakin besar perahu, semakin besar...

Share

Jakarta – Masa PPKM sekarang ini banyak perusahaan yang harus mengurangi kegiatannya demi menekan angka penyebaran Covid-19. Tak terkecuali perusahaan – perusahaan yang berada di DKI Jakarta.

Namun pada saat PPKM seperti ini, masih ada saja perusahaan yang membandel dengan membuka perusahaannya yang jelas-jelas sudah melanggar peraturan yang dibuat untuk menyesuaikan kegiatan perindustrian mada saat masa PPKM seperti ini.

Salah satu perusahaan yang sedang menjadi atensi di masyarakat ialah PT Yamaha Music Manufacturing yang berada di Kawasan Industri Pulo Gadung. Perusahaan tersebut jelas-jelas melanggar pada saat masa PPKM seperti ini.

Kondisi Pada Saat Jam Pulang Kerja Di Sekitaran Perusahaan Yang Menimbulkan Kerumunan

Ketua Umum Persatuan Orang Betawi (POB), Matadi atau yang biasa disapa Adong menantang Gubernur DKI Jakarta. Anies Baswedan untuk menutup perusahaan yang jelas-jelas telah melanggar.

Ia meminta Gubernur untuk tidak pilih-pilih perusahaan yang ditutup. Ia menekankan Gubernur harus berani menutup perusahaan besar. Tidak hanya yang kecil saja yang di perhatikan.

“Gubernur jangan pilih-pilih kalau menindak atau menutup perusahaan. Jangan yang kecil saja, yang besar juga harus ditutup juga jika memang bersalah.” ujarnya

Matadi sebagai warga di sekitar Kawasan Industri Pulo Gadung merasa jika perusahaan tersebut tidak ditutup, maka akan ada kesan Gubernur tebang pilih dalam menutup perusahaan. 

“Masalahnya, sudah banyak laporan mengenai perusahaan tersebut. Gubernur cepat lah bertindak.” Tutupnya