Anies Ditantang Untuk Tutup Perusahaan Besar Yang Melanggar Pada Saat PPKM

Related

Ini Permintaan MAKI ke Presiden Jokowi

Medan - Dikabarkan Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kerja...

Berhasil Ungkap Perampokan Toko Emas, HIMMAH Sumut Apresiasi Kapolda Sumut

Medan - Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PW...

Terpilih Secara Aklamasi Kamaluddin Nazuli Siregar Resmi Pimpin HIMMAH Asahan 2021-2023

Asahan - Kamaluddin Nazuli Siregar terpilih secara aklamasi menjadi...

Penggiat Anti Korupsi : Proyek Tahun Jamak Ogan Ilir 2007-2010 Berpotensi Rugikan Negara 103 Miliar

Palembang - Pegiat Antikorupsi Sumatera Selatan, Feri Kurniawan menilai...

Share

Jakarta – Masa PPKM sekarang ini banyak perusahaan yang harus mengurangi kegiatannya demi menekan angka penyebaran Covid-19. Tak terkecuali perusahaan – perusahaan yang berada di DKI Jakarta.

Namun pada saat PPKM seperti ini, masih ada saja perusahaan yang membandel dengan membuka perusahaannya yang jelas-jelas sudah melanggar peraturan yang dibuat untuk menyesuaikan kegiatan perindustrian mada saat masa PPKM seperti ini.

Salah satu perusahaan yang sedang menjadi atensi di masyarakat ialah PT Yamaha Music Manufacturing yang berada di Kawasan Industri Pulo Gadung. Perusahaan tersebut jelas-jelas melanggar pada saat masa PPKM seperti ini.

Kondisi Pada Saat Jam Pulang Kerja Di Sekitaran Perusahaan Yang Menimbulkan Kerumunan

Ketua Umum Persatuan Orang Betawi (POB), Matadi atau yang biasa disapa Adong menantang Gubernur DKI Jakarta. Anies Baswedan untuk menutup perusahaan yang jelas-jelas telah melanggar.

Ia meminta Gubernur untuk tidak pilih-pilih perusahaan yang ditutup. Ia menekankan Gubernur harus berani menutup perusahaan besar. Tidak hanya yang kecil saja yang di perhatikan.

“Gubernur jangan pilih-pilih kalau menindak atau menutup perusahaan. Jangan yang kecil saja, yang besar juga harus ditutup juga jika memang bersalah.” ujarnya

Matadi sebagai warga di sekitar Kawasan Industri Pulo Gadung merasa jika perusahaan tersebut tidak ditutup, maka akan ada kesan Gubernur tebang pilih dalam menutup perusahaan. 

“Masalahnya, sudah banyak laporan mengenai perusahaan tersebut. Gubernur cepat lah bertindak.” Tutupnya