Bos Judi Online Dilepas, Poros Rawamangun : Ada Motif Apa?

Related

Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Oleh E-Warong

Pesawaran - Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial...

Etika dan Budaya Politik Interpelasi, Menohok Muka Sendiri

Jakarta - Interpelasi mengenai Formula E yang sedang gencar-gencarnya...

PP HIMMAH Audiensi Dengan Kejagung, Bertekad Sinergi Tegakkan Hukum

Jakarta - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH)...

Gerak Indonesia : BEM SI Ada Yang Menunggangi

Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI)...

Rakor Biro Organisasi Telah Resmi Dibuka, Ini Sambutan Gubernur Sultra

Kendari – Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara...

Share

Jakarta – Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara membebaskan tersangka kasus praktik judi online menuai polemik. Pasalnya, pembebasan ini terasa janggal.

Ketua Poros Rawamangun, Rudy Darmawanto mengungkapkan, pihak kepolisian seharusnya bisa kembali melakukan penahanan terhadap Edward Vinchent dalam pelanggaran hukum perjudian.

“Pengadilan membebaskan dia dalam kasus penipuan dan penggelapan. Edward Vinchent itu bandar judi online, kepolisian seharusnya bisa tahan lagi dong. Jerat dia pakai Pasal 27 ayat (2) UU ITE dan pasal 45 ayat (2) nomor 11 UU tahun 2016 soal judi online. Sudah jelas ada dasar hukumnya” tegas Rudy.

Rudy merasa heran jika orang yang sudah terbukti jelas bersalah dalam kasus judi online bisa dibebaskan kembali.

“Kalau Edward bisa bebas, tentu ini akan menjadi pertanyaan besar kenapa bisa lepas lagi?”, Rabu (28/7/2021).

Rudy menjelaskan bahwa tidak mudah mengungkap praktik perjudian apalagi berbasis digital online. Sehingga ketika mendapat kesempatan dan polisi sigap melakukan tugasnya maka menurut pengamat ini kinerja kepolisian harus diapresiasi.

“Pihak kepolisian ini, Kalau dibiarkan dianggap bermain, ketika bertindak harus kalah diproses hukum. Jadi masyarakat juga jangan selalu menyalahkan pihak kepolisian,” tandasnya

Lebih lanjut Rudy mengatakan bahwa masih terbuka celah bagi pihak kepolisian untuk mengumpulkan bukti praktik perjudian online yang telah terkuak diruang publik ini. Jangan sampai muncul stigma seolah hukum tidak berdaya.

“Saya kira kepolisian harus bisa menahan kembali dengan bukti-bukti yang akan dikumpulkan lagi.” tutupnya.

Jaksa Penuntut Umum juga menurut Rudy harus bisa melakukan kasasi atas putusan bebas tersebut.

“Jaksa kan bisa melakukan kasasi kasus tersebut, dengan begitu putusan tersebut akan di tinjau kembali.”

Sebelumnya diketahui bahwa EV pada tanggal 13 Januari 2021 dibawa oleh orang tidak dikenal dari apartemen Mediterania Tower Heliconia lantai 9 di mana judi online tersebut dioperasikan, dan kemudian EV dibawa ke sebuah ruang karaoke di wilayah PIK serta dipaksa menandatangani surat pengakuan telah menerima titipan uang sebesar Rp200 juta yang dibackdated tertanggal 12 November 2020 untuk pembelian mobil Toyota Rush.

Selanjutnya pada tanggal 18 Januari 2021 seseorang bernama Bambang Chandra melaporkan EV atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan dasar surat pengakuan backdated titipan uang tadi, hingga akhirnya EV ditangkap oleh Resmob Polda Metro Jaya.