KAMPAK Merah Putih Minta Usut Kasus Korupsi PCR

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Hampir tiga tahun sudah berlalu Negara Republik Indonesia dilanda oleh wabah Pandemik Covid-19 dimana kita ketahui bersama, bahwa hari ini pandemik belum usai dan kita seluruh masyarakat Indonesia merasakan bagaimana sakit dan terpuruknya ekonomi. Akan tetapi sangat disayangkan dalam keterpurukan ekonomi rakyat ini malah masih ada oknum oknum pejabat yang hanya mementingkan diri sendiri.

Tentu berdasarkan hasil analisa Dewan Pengurus Pusat Komunitas Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Korupsi (KAMPAK) Merah Putih Republik Indonesia bahwa anggaran kurang lebih Rp. 744.75 Triliun untuk penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional ada unsur dugaan Tindak Pidana Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) khusunya anggaran yang kelola Menteri Kesehatan pada tahun 2021 kurang lebih sebesar Rp.1.9 Terliun untuk pembelanjaan produk Rapid Test Antigen.

Merujuk Undang undang Nomor 19 Tahun 2019 Tentang Komisi Pemberantasan Pidana Korupsi sebagai Lembaga Negara yang bertugas dan mencegah korupsi secara optimal, professional, intensif dan berkesinambungan. Dan dibawah kepemimpinan KPK saat ini Firli Bahuri “KPK merumuskan visi KPK yaitu bersama masyarakat turunkan tindak pidana korupsui menuju Indoensia Maju, dari visi tersebut dijabarkan dalam empat misi KPK”.

-Misi pertama adalah melakukan pencegahan korupsi dengan melakukan perbaikan sistem
-Misi kedua melakukan pencegahan korupsi dengan pendekatan pendidikan masyarakat.
-Misi ketiga melakukan penindakan korupsi yang menitikberatkan pada pengembalian kerugian   negara, penyelamatan kerugian negara, dan pemulihan asset.

Misi keempat adalah KPK membangun komitmen untuk transparan profesional akuntabel sehingga KPK tetap dipercaya oleh rakyat.

Sehubungan dengan visi misi baik itu Dewan Pengurus Pusat Komunitas Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Korupsi (KAMPAK) Merah Putih Republik Indonesia berharap ketua KPK jangan hanya cakap saja akan tetapi kita sangat menunggu tindakan langsungnya, untuk membongkar dan menangkap para mafia-mafia yang menyalahgunakan uang rakyat anggaran Covid-19, khusunya  pembelanjaan produk Rapid Test Antigen.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, demi tegaknya supremasi hukum yang berkeadilan di Negara Kesatuan Republik Indonesia KAMPAK Merah Putih meminta kepada Presiden RI Bapak Jokowi Dodo dan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi:

  1. Meminta Presiden RI Bapak Jokowi Dodo agar mencopot Menteri Kesehatan yang diduga telah melakukan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) terkait belanja Produk Rapid Tes Antigen dengan Anggaran  kurang lebih Rp. 129.000.000.000 T.A 2021
  2. Meminta Kepada Ketua Komisi Pembarantas Korupsi (KPK) untuk meneliti dan menelusuri Anggaran penanganan Covid-19 dan PEN Kurang Lebih Rp.744,75 Terliun
  3. Meminta KPK agar mengusut dugaan korupsi terkait Pembelanjaan Produk Rapid Tes Antigen dengan anggran kurang lebih sebesar Rp. 129.000.000.000 yang dikelola Menteri Kesehatan RI
- Advertisement -