Kasus Bos Judi Online Dinilai Salah Pasal

Related

HIMMAH Unimed Adakan Masa Silaturahmi Mahasiswa (MASIMA)

Medan - Masa Silaturrahmi Mahasiswa (MASIMA) Himpunan Mahasiswa Al...

Percepatan Menuju Sultra Maju, Biro Organisasi Setda Sultra Adakan Rapat Koordinasi

Kendari - Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara...

Relawan Andi Amran Sulaiman (RAAS) Deklarasi di 34 Provinsi

BANDUNG - Sejak Relawan Andi Amran Sulaiman (RAAS) se-Indonesia...

Giring PSI Asal Bunyi, Ini Tanggapan Poros Rawamangun

Jakarta - Ibarat perahu, semakin besar perahu, semakin besar...

Share

Jakarta – Kasus Pembebasan Bos Judi Online yang ditangkap di Apartemen Mediterania karena kasus penipuan menjadi pertanyaan.

Mengapa ia bisa begitu saja dibebaskan sedangkan sudah terbukti bersalah. Ini seolah olah terkesan ada pihak yang bermain dibelakangnya.

Menurut Fayakun Arief, Pengamat Hukum dan Pengurus DPC PERADI Jakarta Utara, Pembebasan dan penentuan pasalnya menjadi tanda tanya. Karena awalnya tersangka E.V dilaporkan atas kasus Judi Online.

“Seharusnya ini bukan pasal 378, melainkan 303 yang menyangkut perjudian.” ujarnya

Ia menduga ada rekayasa hukum karena pasal yang dikenakan berbeda dengan saat pelaporan.

Ia juga menambahkan bahwa tersangka juga harus dijerat dengan UU ITE Pasal 27 ayat (2) UU ITE dan pasal 45 ayat (2) nomor 11 UU tahun 2016 yang mengarah ke Judi Online.

“UU ITE juga seharusnya bisa dikenakan karena tersangka dilaporkan atas kasus judi online. Bukan judi biasa.” Tambahnya

Fayakun sendiri meminta Kajari Jakarta Utara bisa melakukan Kasasi terhadap putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara mengenai Vonis E.V.

“Kasasi kan bisa, kok malah tidak melakukan kasasi?”.

Fayakun menegaskan bahwa semua yang terlibat di kasus ini harus diperiksa agar semua fakta terungkap.