Kasus Bos Judi Online Dinilai Salah Pasal

Related

Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Oleh E-Warong

Pesawaran - Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial...

Etika dan Budaya Politik Interpelasi, Menohok Muka Sendiri

Jakarta - Interpelasi mengenai Formula E yang sedang gencar-gencarnya...

PP HIMMAH Audiensi Dengan Kejagung, Bertekad Sinergi Tegakkan Hukum

Jakarta - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH)...

Gerak Indonesia : BEM SI Ada Yang Menunggangi

Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI)...

Rakor Biro Organisasi Telah Resmi Dibuka, Ini Sambutan Gubernur Sultra

Kendari – Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara...

Share

Jakarta – Kasus Pembebasan Bos Judi Online yang ditangkap di Apartemen Mediterania karena kasus penipuan menjadi pertanyaan.

Mengapa ia bisa begitu saja dibebaskan sedangkan sudah terbukti bersalah. Ini seolah olah terkesan ada pihak yang bermain dibelakangnya.

Menurut Fayakun Arief, Pengamat Hukum dan Pengurus DPC PERADI Jakarta Utara, Pembebasan dan penentuan pasalnya menjadi tanda tanya. Karena awalnya tersangka E.V dilaporkan atas kasus Judi Online.

“Seharusnya ini bukan pasal 378, melainkan 303 yang menyangkut perjudian.” ujarnya

Ia menduga ada rekayasa hukum karena pasal yang dikenakan berbeda dengan saat pelaporan.

Ia juga menambahkan bahwa tersangka juga harus dijerat dengan UU ITE Pasal 27 ayat (2) UU ITE dan pasal 45 ayat (2) nomor 11 UU tahun 2016 yang mengarah ke Judi Online.

“UU ITE juga seharusnya bisa dikenakan karena tersangka dilaporkan atas kasus judi online. Bukan judi biasa.” Tambahnya

Fayakun sendiri meminta Kajari Jakarta Utara bisa melakukan Kasasi terhadap putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara mengenai Vonis E.V.

“Kasasi kan bisa, kok malah tidak melakukan kasasi?”.

Fayakun menegaskan bahwa semua yang terlibat di kasus ini harus diperiksa agar semua fakta terungkap.