Komnas HAM RI Terima Aduan Kasus dugaan Kriminalisasi Petani Koperasi Petani Sawit Makmur oleh PTPN V di Kabupaten Kampa, Riau

Related

300 Perusahaan di DKI Jakarta Masih Belum Mematuhi Saran Disnakertrans

Jakarta - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat...

Resimen Mahasiswa Jayakarta Gelar Latihan Kepemimpinan Putri Nasional 2021

Jakarta - Untuk membekali ilmu dan wawasan tentang kepemimpinan...

Bamsoet Terima Kunjungan Pengurus Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus pendiri Majelis Ta'lim...

Bamsoet : Anggota MPR RI Harus Sosialisasikan Pentingnya PPHN

Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menuturkan reformasi...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Komnas HAM RI Menerima Kasus dugaan Kriminalisasi Petani Koperasi Petani Sawit Makmur
oleh PTPN V di Kabupaten Kampa, Riau
Komnas HAM RI memberikan perhatian terhadap kasus antara Koperasi Petani Sawit Makmur dengan
PTPN V di Desa Pangkalan Baru Kec. Siak Hulu, Kab. Kampa, Riau.

Kasus ini diadukan oleh Setara
Institute dengan mewakili Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa M) yang beranggotakan 997 orang
Petani dan 120 orang pengurus Koperasi.

Berdasarkan keterangan pengadu, sampai saat ini masih terjadi kriminalisasi Petani di Koperasi Petani
Sawit Makmur, Petani yang menjual hasil kebun sendiri dilaporkan menggelapkan barang oleh PTPN V
di Polres Kampar dan saat ini telah ditetapkan status tersangka terhadap 2 orang Petani. Hal ini tidak
terlepas dari peristiwa PTPN V yang diduga mengabaikan pemenuhan hak para petani atas bahan pangan
yang laik dengan membiarkan kebun sawit yang gagal dan dugaan mark-up biaya pembangunan kebun
yang berdampak pada kemiskinan para petani.

Komnas HAM RI telah menerima pengaduan Setara Institute pada hari ini 20 September 2021. Komnas
HAM RI akan mendalami peristiwanya dan segera menindaklanjuti pengaduan tersebut khususnya
kepada pihak kepolsian terkait pengaduan kriminalisasi.

- Advertisement -