Komnas HAM RI Terima Aduan Kasus dugaan Kriminalisasi Petani Koperasi Petani Sawit Makmur oleh PTPN V di Kabupaten Kampa, Riau

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Komnas HAM RI Menerima Kasus dugaan Kriminalisasi Petani Koperasi Petani Sawit Makmur
oleh PTPN V di Kabupaten Kampa, Riau
Komnas HAM RI memberikan perhatian terhadap kasus antara Koperasi Petani Sawit Makmur dengan
PTPN V di Desa Pangkalan Baru Kec. Siak Hulu, Kab. Kampa, Riau.

Kasus ini diadukan oleh Setara
Institute dengan mewakili Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa M) yang beranggotakan 997 orang
Petani dan 120 orang pengurus Koperasi.

Berdasarkan keterangan pengadu, sampai saat ini masih terjadi kriminalisasi Petani di Koperasi Petani
Sawit Makmur, Petani yang menjual hasil kebun sendiri dilaporkan menggelapkan barang oleh PTPN V
di Polres Kampar dan saat ini telah ditetapkan status tersangka terhadap 2 orang Petani. Hal ini tidak
terlepas dari peristiwa PTPN V yang diduga mengabaikan pemenuhan hak para petani atas bahan pangan
yang laik dengan membiarkan kebun sawit yang gagal dan dugaan mark-up biaya pembangunan kebun
yang berdampak pada kemiskinan para petani.

Komnas HAM RI telah menerima pengaduan Setara Institute pada hari ini 20 September 2021. Komnas
HAM RI akan mendalami peristiwanya dan segera menindaklanjuti pengaduan tersebut khususnya
kepada pihak kepolsian terkait pengaduan kriminalisasi.

- Advertisement -