Perampok Berseragam Dibalik Pemakaman Covid-19

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung dari tahun 2020 ini memberi banyak dampak terhadap masyarakat. Mulai dari pembatasan kegiatan masyarakat, hilangnya mata pencaharian masyarakat hingga banyaknya korban berjatuhan karena terjangkit Virus.

Namun, sangat disayangkan banyak yang mengambil untung dari penanganan Virus Covid-19 ini. Banyak yang menjadikan pandemi ini sebagai lahan untuk mengeruk banyak keuntungan dari orang yang terjangkit maupun korban yang sudah meninggal.

Masa pandemi covid-19 seperti ini masih ditemui aparatur yang memanfaatkan penderitaan masyarakat dengan mengunakan kekuasaanya antara lain salah seorang oknum ASN dilingkungan Dinas Pertamanan Dan Pemakaman DKI Jakarta yang melakukan pengutipan sebanyak Rp. 50 ribu rupiah pada setiap pemakaman Covid-19. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu penggali kubur yang melakukan penguburan pasien meninggal yang terjangkit Covid-19.


Kutipan atau Pungutan tersebut dilakukan dengan memotong jatah PJLP penggali kubur. Sebagaimana diketahui bahwa setiap pemakaman Covid-19 Petugas pjlp tersebut mendapatkan dana Kesehatan Dan insentif masing-masing Rp. 215.000 per orang hitungan tersebut merupakan hitungan per jenazah yang dimakamkan. Dana tersebut hanya mereka dapatkan Rp. 165 ribu karena langsung dipotong oleh satpel masing-masing. Potongannya pun beragam, ada yang dipotong Rp. 50.000 dan bahkan Ada Rp. 100.000 per orang Dan perjenasah.

Bisa dibayangkan berapa jumlah masyarakat yang meninggal karena Covid-19. Mungkin biaya yang sudah keluar bisa diangka milyaran rupiah sejak masalah covid-19 dibiayai oleh APBD Atau APBN.

Melihat masalah itu, Direktur AFC yang juga Ketua Poros Rawamangun, Rudy Darmawanto memberikan tanggapannya. Menurutnya ini merupakan pelanggaran hukum dan juga penindasan terhadap petugas pemakaman. Ia heran masih ada saja orang yang tega mencari keuntungan diatas penderitaan orang lain.


“Sudah jelas ini perbuatan melawan hukum dan tidak ber-perikemanusiaan karena itu saya minta Kadis Pertamanan Dan Pemakaman bertanggung jawab soal ini dan bila perlu pelakunya dihukum mati saja. Kadis tidak bisa bilang ini dan itu, dia sebagai pimpinan harus bertanggung jawab. Saya akan kejar agar proses ini berjalan secara ketentuan hukum yang berlaku. Kasian pak gubernur yang telah susah payah menyelenggarakan pemerintahan yang baik dan bersih transparan, ternyata masih dikotori oleh orang dalamnya sendiri. ini bentuk penghianatan dan kejahatan kemanusiaan.” begitu kata Rudy Darmawanto selaku Ketua Poros rawamangun yang juga direktur AFC.

Rudy tak asal bicara mengenai kasus tersebut karena ia punya bukti yang kuat dan kongkrit di lapangan yang bisa membuktikan benar adanya potongan tersebut.

“Saya dan team mempunyai bukti kuat atas perilaku oknum Dinas Pertamanan dan Pemakaman itu. Bila perlu kami akan aksi dan menyampaikan aduan ke pihak Kejaksaan Dan kepolisian agar Bisa diusut secara transparan.” Tutupnya.

- Advertisement -