Perampok Berseragam Dibalik Pemakaman Covid-19

Related

Ini Permintaan MAKI ke Presiden Jokowi

Medan - Dikabarkan Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kerja...

Berhasil Ungkap Perampokan Toko Emas, HIMMAH Sumut Apresiasi Kapolda Sumut

Medan - Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PW...

Terpilih Secara Aklamasi Kamaluddin Nazuli Siregar Resmi Pimpin HIMMAH Asahan 2021-2023

Asahan - Kamaluddin Nazuli Siregar terpilih secara aklamasi menjadi...

Penggiat Anti Korupsi : Proyek Tahun Jamak Ogan Ilir 2007-2010 Berpotensi Rugikan Negara 103 Miliar

Palembang - Pegiat Antikorupsi Sumatera Selatan, Feri Kurniawan menilai...

Share

Jakarta – Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung dari tahun 2020 ini memberi banyak dampak terhadap masyarakat. Mulai dari pembatasan kegiatan masyarakat, hilangnya mata pencaharian masyarakat hingga banyaknya korban berjatuhan karena terjangkit Virus.

Namun, sangat disayangkan banyak yang mengambil untung dari penanganan Virus Covid-19 ini. Banyak yang menjadikan pandemi ini sebagai lahan untuk mengeruk banyak keuntungan dari orang yang terjangkit maupun korban yang sudah meninggal.

Masa pandemi covid-19 seperti ini masih ditemui aparatur yang memanfaatkan penderitaan masyarakat dengan mengunakan kekuasaanya antara lain salah seorang oknum ASN dilingkungan Dinas Pertamanan Dan Pemakaman DKI Jakarta yang melakukan pengutipan sebanyak Rp. 50 ribu rupiah pada setiap pemakaman Covid-19. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu penggali kubur yang melakukan penguburan pasien meninggal yang terjangkit Covid-19.


Kutipan atau Pungutan tersebut dilakukan dengan memotong jatah PJLP penggali kubur. Sebagaimana diketahui bahwa setiap pemakaman Covid-19 Petugas pjlp tersebut mendapatkan dana Kesehatan Dan insentif masing-masing Rp. 215.000 per orang hitungan tersebut merupakan hitungan per jenazah yang dimakamkan. Dana tersebut hanya mereka dapatkan Rp. 165 ribu karena langsung dipotong oleh satpel masing-masing. Potongannya pun beragam, ada yang dipotong Rp. 50.000 dan bahkan Ada Rp. 100.000 per orang Dan perjenasah.

Bisa dibayangkan berapa jumlah masyarakat yang meninggal karena Covid-19. Mungkin biaya yang sudah keluar bisa diangka milyaran rupiah sejak masalah covid-19 dibiayai oleh APBD Atau APBN.

Melihat masalah itu, Direktur AFC yang juga Ketua Poros Rawamangun, Rudy Darmawanto memberikan tanggapannya. Menurutnya ini merupakan pelanggaran hukum dan juga penindasan terhadap petugas pemakaman. Ia heran masih ada saja orang yang tega mencari keuntungan diatas penderitaan orang lain.


“Sudah jelas ini perbuatan melawan hukum dan tidak ber-perikemanusiaan karena itu saya minta Kadis Pertamanan Dan Pemakaman bertanggung jawab soal ini dan bila perlu pelakunya dihukum mati saja. Kadis tidak bisa bilang ini dan itu, dia sebagai pimpinan harus bertanggung jawab. Saya akan kejar agar proses ini berjalan secara ketentuan hukum yang berlaku. Kasian pak gubernur yang telah susah payah menyelenggarakan pemerintahan yang baik dan bersih transparan, ternyata masih dikotori oleh orang dalamnya sendiri. ini bentuk penghianatan dan kejahatan kemanusiaan.” begitu kata Rudy Darmawanto selaku Ketua Poros rawamangun yang juga direktur AFC.

Rudy tak asal bicara mengenai kasus tersebut karena ia punya bukti yang kuat dan kongkrit di lapangan yang bisa membuktikan benar adanya potongan tersebut.

“Saya dan team mempunyai bukti kuat atas perilaku oknum Dinas Pertamanan dan Pemakaman itu. Bila perlu kami akan aksi dan menyampaikan aduan ke pihak Kejaksaan Dan kepolisian agar Bisa diusut secara transparan.” Tutupnya.