PMA Kota Depok Mengecam Tindakan Represif Yang Dilakukan Oleh Oknum Pejabat Terhadap Salah Satu Anggota Damkar

Related

Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Oleh E-Warong

Pesawaran - Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial...

Etika dan Budaya Politik Interpelasi, Menohok Muka Sendiri

Jakarta - Interpelasi mengenai Formula E yang sedang gencar-gencarnya...

PP HIMMAH Audiensi Dengan Kejagung, Bertekad Sinergi Tegakkan Hukum

Jakarta - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH)...

Gerak Indonesia : BEM SI Ada Yang Menunggangi

Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI)...

Rakor Biro Organisasi Telah Resmi Dibuka, Ini Sambutan Gubernur Sultra

Kendari – Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara...

Share

Depok – 14 april 2021 bertepatan dengan hari kedua puasa bagi umat Islam yang menjalankannya. Saat ini semua menginginkan suasana yang tenang dan damai, akan tetapi masih saja banyak yang membuat tidak tenang terkait dugaan korupsi dalam Dinas Pemadam Kebakaran kota depok, hal ini sangat disayangkan dimana para pejabat didalamnya tidak tertib aturan hingga terkuak kejadian salah satu anggota damkar membongkar dugaan korupsi yang telah dilakukan dalam Dinas Damkar.

Menjelang 100 hari Walikota dan wakil walikota depok sejak Kamis 27 Februari 2021 dilantik di Bandung, masih saja ada dugaan korupsi yang terjadi di pemkot kota depok, Ini merupakan contoh yang tidak baik karena negara ini juga berperang melawan korupsi tapi masih saja ada yang nakal, apalagi jika oknum-oknum tertentu merupakan bagian dalam jajaran pemerintah.

Hal ini mendapatkan Sorotan dari Bung Eliadda Daeli, Presidium PMA( Pemuda, Mahasiswa dan Aktivis ) Depok, ” Seharusnya dugaan korupsi ini harus dijadikan musuh bersama bagi pemerintah kota Depok”, saat memberikan keterangan pers online rabu, 14 April 2021.

Bung El sangat apresiasi serta mendukung Bapak sandi yang merupakan salah satu anggota dari sekian banyaknya anggota berani membongkar dugaan korupsi yang dilakukan oleh pihak damkar kota depok.”

“Ini harus kita dukung karena beliau telah ambil jalan yang penuh resiko dan mendapatkan banyak ancaman seperti keterangan nya pada beberapa media”, sambungnya.

Hal senada juga disampaikan Presidium PMA dan Ketua GPII 2017-2021 Bung Denni “Jika pihak pemerintah atau damkar tidak merasa melakukan dugaan korupsi maka tidak perlu takut dan melakukan dugaan ancaman kepada pihak sandi, bagaimana Pak Sandi mengungkapkan dugaan korupsi pegadaan Sepatu boot tahun 2018 dan dana mitigasi yang harusnya 1,5 juta di potong menjadi 850ribu.”.

Kami pemuda dan aktivis kota depok sangat mengecam tindakan dugaan ancaman yang dilakukan oleh pemerintah maupun pihak damkar kepada bapak sandi yang ingin menegakkan keadilan dan kebenaran, jika hal itu masih saja terjadi kita akan siap membantu bapak sandi untuk menempuh sampai pada jalur hukum agar semua jelas dan prosesnya berjalan sebagaiman mestinya aturan hukum di tegakkan.

Pemuda dan mahasiswa aktivis kota depok mendesak :

  1. Kepada pemerintah kota depok yaitu Walikota M.Idris Somad dan Wakil wali kota Imam Budi Hartono untuk mengusut kasus ini dengan prosedur yang berlaku pada tubuh pemerintah tanpa adanya unsur lain seperti ancaman dan yang lain-nya, bila memang kepala Dinas Damkar dan jajajaran terbukti segera Pecat kepala Dinas karena ini kejahatan extra ordinary.
  2. Kepada Kapolresta Depok untuk mengusut tuntas dugaan korupsi di tubuh Dinas Damkar.
  3. Kepada Kejaksaan Negeri Depok untuk memeriksa Kepala dinas Damkar dengan dugaan korupsi yang disinyalir ada di Dinas Damkar.