Polemik Dibalik Proyek Tol Kelapa Gading – Pulo Gebang

Related

Ini Permintaan MAKI ke Presiden Jokowi

Medan - Dikabarkan Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kerja...

Berhasil Ungkap Perampokan Toko Emas, HIMMAH Sumut Apresiasi Kapolda Sumut

Medan - Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PW...

Terpilih Secara Aklamasi Kamaluddin Nazuli Siregar Resmi Pimpin HIMMAH Asahan 2021-2023

Asahan - Kamaluddin Nazuli Siregar terpilih secara aklamasi menjadi...

Penggiat Anti Korupsi : Proyek Tahun Jamak Ogan Ilir 2007-2010 Berpotensi Rugikan Negara 103 Miliar

Palembang - Pegiat Antikorupsi Sumatera Selatan, Feri Kurniawan menilai...

Share

Jakarta – Proyek tol dalam kota yang membentang dari Kelapa Gading hingga Pulo Gebang masih meninggalkan banyak permasalahan bagi warga yang terdampak. Masih ada beberapa warga yang bertahan karena belum selesai nya masalah dengan pihak Dinas Bina Marga selaku pelaksana Proyek Tol.

Masalah yang terjadi pada warga mulai dari pembayaran tanah yang belum dibayarkan, luas tanah yang diukur tidak sesuai dengan surat, hingga harga tanah yang dibayarkan dibawah NJOP.

Masalah ini membuat warga masih bertahan hingga mereka mendapatkan kejelasan. Pihak Dinas Bina Marga terkesan melakukan permainan karena pembayaran tanah warga ataupun pengukuran lahan yang ada tidak sesuai.

Warga yang rumahnya belum dibayar mengatakan pihak Bina Marga berjanji untuk melunasi sebelum akhie bulan Agustus 2021. Namun, hingga saat ini belum ada kabar kejelasannya kembali.

“Janjinya sih akhir Agustus, cuma sampe sekarang belum ada realisasinya.” ujar salah satu warga

Sedangkan, warga RT02/RW02 Cakung Barat yang rumahnya pengukurannya belum sesuai dengan luas yang tertera di sertifikat hak milik, masih tetap mempertahankan bangunannya walaupun terkesan bangunan tersebut menghalangi proyek tol.

“Bangunan ini, pembayaran dan penghitungan luasnya belum selesai. Jadi biarin aja ini masih berdiri sampai pembayaran jelas dan sesuai”. Tambah salah satu warga

Bangunan Yang Belum Selesai Kejelasannya

Warga RT05/RW02 Cakung Barat yang masih bertahan, mulai menerima dampak ketika pembangunan tol tersebut berjalan. Banyak warga terkena imbas pengeboran paku beton yang membuat retak dan warga merasa pihak kontraktor tidak tahu waktu ketika menjalankan proyek tol ini.

“Nih mas, temboknya sudah retak karena proyek. Mereka gak tahu waktu, masa tengah malem masih kerja. Tembok yang retak ini hanya dikasih kompensasi 500rb. Ujung-ujungnya mau gamau kan kita harus iya-in harga yang ga sesuai NJOP mas daripada kita begini terus. Kan itu licik.”

Dari permasalahan ini, warga menyimpulkan bahwa ada permainan dibalik proyek tol ini yang menyangkut Dinas Bina Marga. Terkesan Dinas Bina Marga hanya bermain seenaknya saja. Dengan melakukan pembelian tanah dibawah NJOP, perhitungan luas tanah yang tak sesuai dengan sertifikat serta pembayaran yang ditunda cukup menjadi bukti bahwa ada permainan dibalik proyek tol ini.