Polres Jakarta Utara Dilaporkan ke Propam Perihal Penganiayaan Pada Saat Penangkapan

Related

Ini Permintaan MAKI ke Presiden Jokowi

Medan - Dikabarkan Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kerja...

Berhasil Ungkap Perampokan Toko Emas, HIMMAH Sumut Apresiasi Kapolda Sumut

Medan - Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PW...

Terpilih Secara Aklamasi Kamaluddin Nazuli Siregar Resmi Pimpin HIMMAH Asahan 2021-2023

Asahan - Kamaluddin Nazuli Siregar terpilih secara aklamasi menjadi...

Penggiat Anti Korupsi : Proyek Tahun Jamak Ogan Ilir 2007-2010 Berpotensi Rugikan Negara 103 Miliar

Palembang - Pegiat Antikorupsi Sumatera Selatan, Feri Kurniawan menilai...

Share

Jakarta – Kepolisian Resort (Polres) Metro Jakarta Utara dilaporkan ke Kepala Bidang Propam Polda Metro Jaya, Selasa (18/5/2021). Surat tertanggal Jakarta 18 Mei 2021 itu di terima bagian persuratan Bidang Propam Polda Metro Jaya tertanggal 18 Mei 2021, dan sebagai pelapor adalah Fitria Ananda (Istri Indro) warga Penjaringan Jakarta Utara.

Dalam surat pengaduan itu Ftrian Ananda meminta perlindungan hukum Propam Polda Metro Jaya atas tindak kekerasan yang dilakukan oknum anggota Polres Jakarta Utara pada saat penangkapan terhadap Indro (suami pelapor) yang mengakibatkan lebam-lebam pada bagian muka, kaki, perut sampai mengakibatkan kencing darah.

Begini Kronologis yang dijelaskan oleh pelapor :
Bahwa saat pada pagi hari sekitar jam 06.00, Jumat (23/4/2021) ada beberapa anggota polisi mengetuk pintu (rumah) nya, saat di buka pintunya anggota polisi itu langsung menarik Indro (suami pelapor) tanpa bertanya apa apa.

“Waktu itu saya mencegah sambil berteriak sehingga Ketua RT datang ke rumah saya. Waktu RT bertanya ada apa polisi itu menunjukan plastic, dan suami saya dibawa pergi,” ujar Fitria Ananda.

Menurut Fitria setelah polisi pergi meninggalkan TKP, dia dan ibu RTnya menyusul ke Polres Jakarta Utara. Ternyata Indro dan polisisi yang menangkap itu itu belum tiba di Polres. Sekitar Pkl 16.00 WIB, polisi dan Indro baru tiba ke Polres Jakut. Dan kondisi Indro saat itu dengan wajah lebam-lebam serta berjalan pincang.

“Ketika itu saya dan Bu RT ingin bertemu, tetapi pihak polisi melarang dan menyuruh saya pulang dan menyarakan untuk datang ke-esokan harinya,” ucap Fitria.

Selanjutnya, ungkap Fitria Ananda, sempainya rumah, ada orang datang ke rumah Bu RT yang mengatakan melihat suami saya (INDRO) sedang dipukulin di Pom Bensin Muara baru. “Hati saya semakin kawatir,” tambah Fitria.

Kemudian, ke-esokan harinya Fitria dan ibu RT kembali mendatangi Polres Jakarta Utara dengan maksud membezuk INDRO, guna menannyakan kondisinya, tetapi pihak kepolisian tetap tidak mengiizinkan. “Kita pulang dengan hati kecewa. Ada apa?” ujar Fitria penunh Tanya.

Paska penangkapan itu Ftria setiap hari selalu ingin menjenguk Indro, tetapi tidak di izinkan polisi itu. “Baru pada hari Jumat tanggal 30 April 2021 saya meminta tolong kepada polisi petugas, dan saya bilang: saya sedang hamil tua. Lalu diberikan kami waktu 5 menit. Hanya 5 menit saja, tidak lebih,” ujar Fitria Ananda.

Fitria Ananda mengatakan sangat prihatin melihat kondisi suaminya (INDRO). Karena suaminya keadaannya dengan muka bonyok. “Saya bertanya dengan suami saya ternyata suami saya telah di pukulin oleh petugas polisi sehingga INDRO mengalami kencing darah, perut sakit, kaki pincang, wajah memar dan kaki di lutut memar biru. Ketika ingin bertanya lebih banyak lagi waktu sudah habis dan Suami saya dimasukkan ke ruang tahanan,” ungkapnya.

Selanjutnya tambah Fitria pada hari Selasa tanggal 4 Mei 2021 dia dan Ibu RT menjenguk Indro. Dan saat itulah ada waktu luang mengobrol panjang. Dari situlah Fitria Ananda tahu dari pengakuan suami kalau Indro memang dipukuli oleh anggota polisi di bagian perut, kaki, dan wajah dan paling banyak di bagian perut.

Dalam laporan itu ada 18 orang anggota Polres yang dilaporkan. Terkait laporan ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, S.iK, belum menjawab konfirmasi dari rekan media.