Terbukti Bersalah, PT. Yamaha Music Manufacturing Indonesia Masih Belum Ditindak

Related

Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Oleh E-Warong

Pesawaran - Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial...

Etika dan Budaya Politik Interpelasi, Menohok Muka Sendiri

Jakarta - Interpelasi mengenai Formula E yang sedang gencar-gencarnya...

PP HIMMAH Audiensi Dengan Kejagung, Bertekad Sinergi Tegakkan Hukum

Jakarta - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH)...

Gerak Indonesia: BEM SI Ada Yang Menunggangi

Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI)...

Rakor Biro Organisasi Telah Resmi Dibuka, Ini Sambutan Gubernur Sultra

Kendari – Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara...

Share

Jakarta – Sidak yang dilakukan Sudinakertrans Jakarta Timur yang dilaksanakan pada Hari Rabu 21/7/2021 menindaklanjuti laporan masyarakat dan LSM yang melaporkan adanya pelanggaran Prokes di PT. Yamaha Music Manufacturing Indonesia.

Pada saat sidak, terbukti PT. Yamaha Music Manufacturing Indonesia bersalah karena tidak melaksanakan peraturan yang mengharuskan Pegawai di bagian produksi hanya 50% per hari. Mereka melaksanakan 50% per shift. Sedangkan mereka ada 2 shift per hari.

Mereka baru melaksanakan 50% per hari ketika sudah ditegur oleh bagian Penindakan Sudinakertrans. Namun, kesalahan sebelumnya dilupakan begitu saja. Padahal dari tanggal 3 – 20 juli mereka jelas melanggar.

Ketika dikonfirmasi oleh Rekan media, HR PT. YMMI, Chilmar Buhori memilih hanya menjawab pertanyaan dari Sudinakertrans Jakarta Timur. Padahal yang hadir pada saat itu ada dari kepolisian, kelurahan, satpol pp dan rekan-rekan media. Sikapnya tersebut membuat 3 Pilar yang menjadi satgas covid tidak dianggap.

“Saya hanya menjawab Sudinakertrans.” Ujar Chilmar

Perwakilan Sudinakertrans pun menjawab rekan-rekan media dengan mengatakan akan mengkonfirmasi mengenai kesalahan PT. YMMI pada tanggal 3-20 Juli 2021 ke atasannya terlebih dahulu.

“Saya akan laporkan terlebih dahulu kepada atasan saya. Nanti akan diberikan kejelasan kembali.” ujar Heri Saptono, Kasi Penindakan Kasudinakertrans Jakarta Timur.

Sikap dari HR PT YMMI tersebut sangat tidak menghormati 3 pilar yang datang untuk memantau secara langsung sidak tersebut.

Kasudinakertrans harus tindak tegas pelanggaran tersebut. Jangan karena mereka sudah melakukan pembenahan tapi yang lama dilupakan. Kesalahan tetaplah kesalahan. Hukum jangan sampai tumpul ke atas.