Aksi Demonstrasi Youth Move Soal Mafia Proyek Bansos Kementrian Sosial

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Jakarta, Bangsa.ID – Sekelompok Massa mengatasnamakan diri sebagai Youth Move menggelar aksi demontrasi di Kantor Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) pada Siang Senin 31/08/2020. Mereka memprotes agar Kemensos Segera membuka data penerima Bansos dan membongkar sekaligus menuntut agar buka suara soal dugaan mafia bansos yang bercokol di proyek Bansos yang berada dibawah naungan Kemensos.

Aksi demontrasi Youth Move-pun berjalan dengan damai dan tertib dengan melakukan orasi dan aksi teatrikal di depan Kemensos RI dengan mengangkat isu serta tema ”Bongkar Mafia Bansos dan Buka data penerima Bansos”.

“Untuk penerima bantuan tidak sesuai dengan kondisi dan keadaan di lapangan, karena (Kemensos) tidak menyiapkan data terbaru pasca wabah Covid-19,” dalam orasi Ibrahim Asnawi sebagai salah satu anggota Youth Move.

Sambung Orator Ibrahim Asnawi Kementerian Sosial tidak siap dalam menghadapi kondisi bencana serta lamban dalam melindungi jaminan sosial masyarakat yang terdampak bencana, olehnya tugas utama dari Kemensos ialah terus memperbaharui data setiap tahun, terutama data kemiskinan dan masyarakat yang terdampak bencana.

Dugaan penyelewangan bantuan sosial (bansos) terus bertambah. Setelah Juli lalu dilaporkan ada 55 kasus yang sementara diselidiki. Tak berselang lama, kepolisian kembali membeber adanya penambahan laporan. Kini menembus 102 kasus. keterlibatan para oknum atau mafia bansos tersebut. Kasus penyelewengan dibeberkan punya banyak motif. Antara lain, pemotongan dana dan pembagian tidak merata.

Pertama Kemensos dan jajarannya lambat dalam menanggapi dampak bencana Covid-19 yang menimpa masyarakat sampai dengan hari ini. kedua data yang dipakai dalam menyalurkan bantuan Sosial juga masih menggunakan data 2014, yang sehingga bantuan cenderung tidak tepat sasaran dan diskriminatif. dan ketiga maraknya Mafia bansos yang bercokol di dalam kemensos yang sehingga bantuan Tidak tepat sasaran dan pelaksanaan penunjukan langsung bantuan sosial yang lambat sehingga menyebabkan rakyat kelaparan di tengah Pandemi Covid-19.

“Pertama. Bongkar Mafia bantuan sosial Kemensos. Kedua. Kemensos harus membuka data tentang masyarakat yang sudah menerima bantuan sosial dampak Covid 19. Ketiga Presiden harus mengevaluasi Menteri dan seluruh jajarannya yang lamban dan terkesan bekerja sama dengan Mafia dalam menyalurkan bantuan sosial Covid 19.” Tutup Ibrahim Asnawi dalam Orasinya.

- Advertisement -