Aktivis Gugat Novel Menggelar Aksi Bakar Lilin di Depan Kejagung

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Solidaritas Aktivis Gugat Novel (AGN) peduli korban sarang burung walet yang mencari keadilan untuk menyeret Novel Baswedan ke persidangan.

Praktik penegakan hukum yang terjadi dalam kasus sarang burung walet menimpa masyarakat miskin melahirkan ketidakadilan.

Korban dan keluarga korban sarang burung walet di Bengkulu yang menjadi mangsa penganiayaan dan penghilangan nyawa diduga oleh mantan Kasat Reskrim Polresta Bengkulu Novel Baswedan adalah kelompok yang paling rentan terhadap perlakuan hukum yang tidak adil.

Keberpihakan hukum pada masyarakat miskin dan kecil seperti korban sarang burung walet adalah sebuah kenicayaan. Untuk itu, AGN akan memberikan dukungan solidaritas peduli korban sarang burung walet dengan aksi damai bakar lilin

Kami akan mendengarkan langsung keluhan korban dan nasib keluarganya selama ini atas kekejaman Novel Baswedan

AGN berharap penegakan hukum tidak diskriminatif dalam menangani semua kasus di bumi Nusantara ini.

Bagaikan mencari jarum dalam sekam. Inilah pepatah yang sangat pas untuk menggambarkan bagaimana sulitnya masyarakat miskin mendapatkan
akses keadilan hukum di negeri ini.

Rakyat kecil menjadi korban dari penegakkan hukum yang tidak adil dan hukum telah luntur dari ketajamannya.

Korlap AGN mengatakan tidak ada yang kebal hukum di negara ini siapa pun yang bersalah dan melakukan penganiy harus di adili termasuk novel baswedan yang seharusnya sudah di tahan sampai sekarang masih berkeliaran.

- Advertisement -