Aktivis Gugat Novel Menggelar Aksi Bakar Lilin di Depan Kejagung

Related

300 Perusahaan di DKI Jakarta Masih Belum Mematuhi Saran Disnakertrans

Jakarta - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat...

Resimen Mahasiswa Jayakarta Gelar Latihan Kepemimpinan Putri Nasional 2021

Jakarta - Untuk membekali ilmu dan wawasan tentang kepemimpinan...

Bamsoet Terima Kunjungan Pengurus Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus pendiri Majelis Ta'lim...

Bamsoet : Anggota MPR RI Harus Sosialisasikan Pentingnya PPHN

Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menuturkan reformasi...

Share

- Advertisement -

Solidaritas Aktivis Gugat Novel (AGN) peduli korban sarang burung walet yang mencari keadilan untuk menyeret Novel Baswedan ke persidangan.

Praktik penegakan hukum yang terjadi dalam kasus sarang burung walet menimpa masyarakat miskin melahirkan ketidakadilan.

Korban dan keluarga korban sarang burung walet di Bengkulu yang menjadi mangsa penganiayaan dan penghilangan nyawa diduga oleh mantan Kasat Reskrim Polresta Bengkulu Novel Baswedan adalah kelompok yang paling rentan terhadap perlakuan hukum yang tidak adil.

Keberpihakan hukum pada masyarakat miskin dan kecil seperti korban sarang burung walet adalah sebuah kenicayaan. Untuk itu, AGN akan memberikan dukungan solidaritas peduli korban sarang burung walet dengan aksi damai bakar lilin

Kami akan mendengarkan langsung keluhan korban dan nasib keluarganya selama ini atas kekejaman Novel Baswedan

AGN berharap penegakan hukum tidak diskriminatif dalam menangani semua kasus di bumi Nusantara ini.

Bagaikan mencari jarum dalam sekam. Inilah pepatah yang sangat pas untuk menggambarkan bagaimana sulitnya masyarakat miskin mendapatkan
akses keadilan hukum di negeri ini.

Rakyat kecil menjadi korban dari penegakkan hukum yang tidak adil dan hukum telah luntur dari ketajamannya.

Korlap AGN mengatakan tidak ada yang kebal hukum di negara ini siapa pun yang bersalah dan melakukan penganiy harus di adili termasuk novel baswedan yang seharusnya sudah di tahan sampai sekarang masih berkeliaran.

- Advertisement -