Deklarasi Dan Diskusi Publik Persaudaraan Indonesia Sejahtera

Related

Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Oleh E-Warong

Pesawaran - Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial...

Etika dan Budaya Politik Interpelasi, Menohok Muka Sendiri

Jakarta - Interpelasi mengenai Formula E yang sedang gencar-gencarnya...

PP HIMMAH Audiensi Dengan Kejagung, Bertekad Sinergi Tegakkan Hukum

Jakarta - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH)...

Gerak Indonesia: BEM SI Ada Yang Menunggangi

Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI)...

Rakor Biro Organisasi Telah Resmi Dibuka, Ini Sambutan Gubernur Sultra

Kendari – Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara...

Share

Bogor – Persaudaraan Indonesia Sejahtera (PIS) Lembaga Swadaya Masyarakat hadir dengan mendeklarasikan diri sebagai sebagai bagian dari komponen bangsa dengan mengambil tempat tersendiri dalam memberi kontribusi guna terwujudnya Indonesia Sejahteraa.

Kesadaran akan peran yang harus diambil dalam mewujudkan cita-cita tersebut menjadi dasar pergerakan Persaudaraan Indonesia Sejahtera (PIS).

Keberadaan organisasi ini diharapkan tidak hanya memberikan gagasan-gagasan yang terbaik bagi kemajuan bangsa, lebih dari itu gagasan-gagasan yang dilahirkan diharapkan menjadi sebuah aksi atau gerakan bersama dengan komponen anak bangsa lainnya.

Persaudaraan Indonesia Sejahtera, melakukan Lounching dan Diskusi Umum dengan Tema “Dampak Covid-19 Terhadap Ekonomi dan Sektor Ketenagakerjaan”. Muhammad Rusdi selaku Direktur Presiden KSPI mengatakan terkait buruh dan kesejahteraan memang ini sangat erat kaitannya dengan para pekerja salah satu ending pergerakan dan tema central buruh ialah mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi buruh dan juga rakyat.

Tiga hal sesorang dapat dikatakan sejahtera adalah memiliki pekerjaan yang layak bukan sekedar pekerjaan, upah yang layak cukup untuk memenuhi kehidupannya baik kebutuhan utama dan sekunder lainya serta jaminan kehidupan yang layak.

Selanjutnya pada diskusi tersebut Rahman Yasin selaku pengamat dan akademisi mengatakan bahwa kepercayaan masyarakat (public trust) pada politik hukum merupakan modal utama dalam menegakkan keadilan dan kesejahteraan.

Sistem politik hukum bisa dengan efektif diterapkan sangat ditentukan selain dari persediaan infrastruktur dan pelayanan peradilan yang bagus dan keteledanan politik elit. Pancasila harus dipahami, bukan hanya sebagai sumber hukum tetapi juga sumber moral dan etika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Karena itu, kandungan normatif UUD 1945 harus dipahami berisi ‘rules of the constitutional law’, dan sekaligus ‘rules of the constitutional ethics’ secara bersamaan.

Kemudian Marwan Aziz selaku pegiiat media sosal sekaligus founder ‘kabarparlemen.com’, melihat di sisi lain dampak pandemic Covid-19 pada sector usaha umkm khususnya berbasis digital online ternyata menjadi peluang usaha baru yang cukup menjanjikan hingga ramai-ramai orang menjadi pelaku usaha barbasis online mengalami tren peningkatan cukup signifikan baik dari segi penjualan maupun pelaku baru online digital.

Meski di awal Covid-19 pemerintah terlihat gagap dalam menyikapi Covid-19 dengan carut marutnya penanganannya bahkan sempat menjadi bahan olok-olokan oleh beberapa pejabat pemerintah. Ia mengutip Jack Ma “siapa yang dapat mengambil peluang di masa pandemi maka ia akan menjadi pemenang”

Maka dari segala permasalahan bangsa. Pancasila harus menjadi jalan hidup (way of life) bangsa ini bukan hanya menjadi slogan semata seperti sebagian kelompok mengatakan ‘saya pancasila’ sekedar dimulut nyatanya 0 dalam implentasi bahkan terkesan jauh dari nilai-nilai Pancasila.

Oleh karenanya menuju Indonesia Sejahtera, sebuah harapan yang tidak pernah berhenti di perjuangkan oleh seluruh komponen bangsa ini. Sejak Indonesia merdeka, pergulatan politik, budaya, ekonomi dan sosial pada akhirnya diharapkan bermuara akan terwujudnya Masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera. Maka menjadi sebuah kesadaran bersama lalu bersama juga mencari solusi-solusi yang terbaik dalam menyikapi kondisi yang tidak menguntungkan bahkan mengancam cita-cita keadilan dan terwujudnya kesejahteraan bersama.