Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Oleh E-Warong

Related

Alumni Fakultas Hukum USU Akan Melaksanakan Musyawarah IKA FH USU TAHUN 2022

Medan - Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH-USU) merupakan...

Jadi Agenda Konsolidasi, DPC PPP Jakarta Utara Gelar Musancab Serentak

Jakarta - DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Jakarta...

Adili Dan Tutup PT. SMGP di Mandailing Natal

Medan - Keselamatan nyawa masyarakat seakan tidak begitu penting...

Share

- Advertisement -

Pesawaran – Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial yang diberikan oleh Kementrian Sosial yang berupa uang tunai dan merupakan bantuan terhadap masyarakat yang dianggap tidak mampu dan merupakan sarana pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Penyalurannya pun dibantu oleh E-Warong sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam menyebarkan bantuan dan dibantu untuk pengawasan oleh Pendamping PKH selaku para pekerja yang berkecimpung untuk membantu Kementrian Sosial.

Namun, dalam pelaksanaannya bisa saja terjadi ketidak sesuaian. Seperti yang terjadi di desa Purworejo, Kec. Negri Katon, Kab. Pesawaran, Provinsi Lampung. Ada yang melaporkan bahwa bantuan uang tersebut belum juga diberikan kepada KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Uang yang digunakan untuk 9 bulan tersebut masih tertahan di E-Warong.

Surat Pernyataan Dari Warga Yang Belum Menerima

Berdasarkan keterangan yang diterima oleh Media melalui sambungan pihak ketiga, warga yang uangnya belum juga diberikan merasa ada kecurigaan karena hanya segelintir warga yang belum diberikan juga dananya. Dan menurut penuturan warga akan dicicil, namun hingga saat ini belum ada kejelasannya.

Dugaan warga, ada permainan uang bansos di E-Warong selaku sarana untuk menyebarkan bansos.

Warga sendiri merasa dicurangi karena dana yang seharusnya mereka terima belum juga sampai ke tangan mereka. Padahal warga sudah seharusnya menerima bantuan ini karena merupakan warga yang terdaftar sebagai penerima manfaat. Bukannya malah dipakai atau diselewengkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Yang dalam hal ini adalah E-Warong.

- Advertisement -