Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Oleh E-Warong

Related

300 Perusahaan di DKI Jakarta Masih Belum Mematuhi Saran Disnakertrans

Jakarta - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat...

Resimen Mahasiswa Jayakarta Gelar Latihan Kepemimpinan Putri Nasional 2021

Jakarta - Untuk membekali ilmu dan wawasan tentang kepemimpinan...

Bamsoet Terima Kunjungan Pengurus Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus pendiri Majelis Ta'lim...

Bamsoet : Anggota MPR RI Harus Sosialisasikan Pentingnya PPHN

Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menuturkan reformasi...

Share

- Advertisement -

Pesawaran – Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial yang diberikan oleh Kementrian Sosial yang berupa uang tunai dan merupakan bantuan terhadap masyarakat yang dianggap tidak mampu dan merupakan sarana pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Penyalurannya pun dibantu oleh E-Warong sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam menyebarkan bantuan dan dibantu untuk pengawasan oleh Pendamping PKH selaku para pekerja yang berkecimpung untuk membantu Kementrian Sosial.

Namun, dalam pelaksanaannya bisa saja terjadi ketidak sesuaian. Seperti yang terjadi di desa Purworejo, Kec. Negri Katon, Kab. Pesawaran, Provinsi Lampung. Ada yang melaporkan bahwa bantuan uang tersebut belum juga diberikan kepada KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Uang yang digunakan untuk 9 bulan tersebut masih tertahan di E-Warong.

Surat Pernyataan Dari Warga Yang Belum Menerima

Berdasarkan keterangan yang diterima oleh Media melalui sambungan pihak ketiga, warga yang uangnya belum juga diberikan merasa ada kecurigaan karena hanya segelintir warga yang belum diberikan juga dananya. Dan menurut penuturan warga akan dicicil, namun hingga saat ini belum ada kejelasannya.

Dugaan warga, ada permainan uang bansos di E-Warong selaku sarana untuk menyebarkan bansos.

Warga sendiri merasa dicurangi karena dana yang seharusnya mereka terima belum juga sampai ke tangan mereka. Padahal warga sudah seharusnya menerima bantuan ini karena merupakan warga yang terdaftar sebagai penerima manfaat. Bukannya malah dipakai atau diselewengkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Yang dalam hal ini adalah E-Warong.

- Advertisement -