Polisi Dinilai Represif Soal Penanganan Demonstrasi di Depan PLN Sulsel Rabar

Related

300 Perusahaan di DKI Jakarta Masih Belum Mematuhi Saran Disnakertrans

Jakarta - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat...

Resimen Mahasiswa Jayakarta Gelar Latihan Kepemimpinan Putri Nasional 2021

Jakarta - Untuk membekali ilmu dan wawasan tentang kepemimpinan...

Bamsoet Terima Kunjungan Pengurus Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus pendiri Majelis Ta'lim...

Bamsoet : Anggota MPR RI Harus Sosialisasikan Pentingnya PPHN

Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menuturkan reformasi...

Share

- Advertisement -

Sulsel Rabar – Dalam aksi tersebut, Puluhan kader GEPMAR serentak mendesak PLN untuk segera melakukan transparansi rincian tagihan listrik pelanggan.

Massa aksi yang sedang menjalankan hak konstitusioanalnya sebagaimana terdapat di dalam Pasal 28E ayat (3) UUD NRI Tahun 1945, dimana dalam hal ini ketika terjadi aksi demonstrasi, “Jangan Bungkam Hak Konstitusional Warga Negara Melalui Tindakan-tindakan Represif”.

Abdul Faisal, Dewan Kehormatan Gerakan Pemuda & Mahasiswa Makassar (GEPMAR) mengatakan bahwa KAPOLRESTABES Makassar harus bertanggungjawab terkait tindakan refresif yang dilakukan oknum kepolisian tersebut, Perangkat aksi, Spanduk dirobek dan peserta aksi ditendang.

“Dilecehkannya Demokrasi ini, Saya berjanji akan membentuk sebuah Aliansi dan kembali menindak lanjuti tindakan represif yang dilakukan oleh oknum kepolisian tersebut, negara ini adalah negara demokrasi, menyuarakan pendapat dimuka umum telah dilindungi oleh Undang-undang, tegasnya.

Didapati video amatir yang beredar di sosial media facebook terkait dengan tindakan represif oleh polisi terhadap para demonstran di depan PLN Sul-sel Rabar itu.

Posted by Albar Poetra on Wednesday, 19 August 2020

Posted by Albar Poetra on Wednesday, 19 August 2020
- Advertisement -