Polisi Dinilai Represif Soal Penanganan Demonstrasi di Depan PLN Sulsel Rabar

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Sulsel Rabar – Dalam aksi tersebut, Puluhan kader GEPMAR serentak mendesak PLN untuk segera melakukan transparansi rincian tagihan listrik pelanggan.

Massa aksi yang sedang menjalankan hak konstitusioanalnya sebagaimana terdapat di dalam Pasal 28E ayat (3) UUD NRI Tahun 1945, dimana dalam hal ini ketika terjadi aksi demonstrasi, “Jangan Bungkam Hak Konstitusional Warga Negara Melalui Tindakan-tindakan Represif”.

Abdul Faisal, Dewan Kehormatan Gerakan Pemuda & Mahasiswa Makassar (GEPMAR) mengatakan bahwa KAPOLRESTABES Makassar harus bertanggungjawab terkait tindakan refresif yang dilakukan oknum kepolisian tersebut, Perangkat aksi, Spanduk dirobek dan peserta aksi ditendang.

“Dilecehkannya Demokrasi ini, Saya berjanji akan membentuk sebuah Aliansi dan kembali menindak lanjuti tindakan represif yang dilakukan oleh oknum kepolisian tersebut, negara ini adalah negara demokrasi, menyuarakan pendapat dimuka umum telah dilindungi oleh Undang-undang, tegasnya.

Didapati video amatir yang beredar di sosial media facebook terkait dengan tindakan represif oleh polisi terhadap para demonstran di depan PLN Sul-sel Rabar itu.

Posted by Albar Poetra on Wednesday, 19 August 2020

Posted by Albar Poetra on Wednesday, 19 August 2020
- Advertisement -