Program Umrah Pemda Barru Dinilai Keliru, Bakormas: Program Baik Prosesnya Harus Benar

Related

Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Oleh E-Warong

Pesawaran - Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial...

Etika dan Budaya Politik Interpelasi, Menohok Muka Sendiri

Jakarta - Interpelasi mengenai Formula E yang sedang gencar-gencarnya...

PP HIMMAH Audiensi Dengan Kejagung, Bertekad Sinergi Tegakkan Hukum

Jakarta - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH)...

Gerak Indonesia: BEM SI Ada Yang Menunggangi

Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI)...

Rakor Biro Organisasi Telah Resmi Dibuka, Ini Sambutan Gubernur Sultra

Kendari – Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara...

Share

Barru – Badan Koordinator Mahasiswa (Bakormas) Rumah Aspirasi Indonesia menilai ada kekeliruan dalam proses pengadaan Umrah gratis yang dilakukan Pemda Barru sejak tahun 2018.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Bakormas (Sulfarid Saleh) saat ditemui dihalaman kantor DPRD Kab. Barru.

“Kami sudah mengajukan surat untuk RDP dengan anggota DPRD dan instansi terkait perihal ini, kita tunggu saja jadwalnya,” ucap Farid.

Menurut nya proses pengadaan program unggulan Pemda Barru berupa umrah gratis untuk imam masjid tersebut tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Pasalnya, proses pengadaan jasa tersebut mengacu pada Permendagri nomor 32 tahun 2011 beserta perubahannya dan Perpres nomor 16 tahun 2018, yang mana pihak Pemda Barru harus melakukan lelang.

“Sejak 2018, pengadaan program ini tidak melalui mekanisme lelang/tender, padahal sudah jelas regulasinya untuk dilakukan tender karena anggarannya besar,” tambahnya.

Diketahui jumlah jamaah yang mendapatkan umrah gratis pada tahun 2018 sebanyak kurang lebih 30 orang dengan anggaran kuran glebih 750 juta, dan tahun 2019 sebanyak kurang lebih 100 orang dengan jumlah anggaran kurang lebih 3 Milyar rupiah.