Ribuan Massa Aksi Tolak Omnibus Law Banjiri Istana Negara

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Massa aksi demonstrasi tolak Omnibus Law yang tergabung dari BEM se-Indonesia, Serikat buruh Indonesia, OKP se-jabodetabek dan STM membanjiri Istana Negara Republik Indonesia.

Dalam pantauan reporter bangsa, Albar Poetra, peserta demonstrasi mulai banjiri Istana Negara dari siang hari hingga Selasa malam. Aksi demonstrasi tersebut relatif kondusif meskipun sempat terjadi gesekan antara sekelompok massa dengan pihak Kepolisian.

Namum gesekan tadi bisa ditanggulangi oleh pihak Kepolisian dengan baik. Meski gesekan berhasil di redakan, terlihat dalam pantauan beberapa kelompok yang diduga sebagai ‘pelajar’ melakukan aksi provokasi dalam barisan Demonstrasi massal tersebut

Adapun kelompok pelajar yang di amankan oleh pihak kepolisian berjumlah sekitar 20 orang.

Juga, di tengah-tengah berlangsungnya aksi demontrasi, reporter Albar Poetra menyaksikan peserta aksi dari BEM se-Indonesia melaksanakan shalat ashar di tengah-tengah kerumunan massa.

Setelah selesai melaksanakan shalat ashar berjamaah, koordinator lapangan BEM se-Indonesia tidak mau menerima perwakilan dari pemerintahan untuk mediasi. Mereka menginginkan Presiden Joko Widodo sendiri yang turun langsung menemui mereka.

Tidak lama kemudian mereka membubarkan diri karena keinginan mereka tidak terwujud untuk bermediasi dengan Presiden.

- Advertisement -