Aksi Depan kejaksaan Agung RI Mahasiswa & Pemuda Desak Periksa Wagub Sumsel Mawardi Yahya

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD) mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk mengusut dugaan koru
psi proyek pembangunan jalan Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) tahun anggaran 2007-2010.

Mereka melakukan aksi demonstrasi di depan Kejaksaan Agung RI, Jl. Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (03/06).

Koordinator Aksi Qusyairi mengatakan telah terjadi dugaan penyelewengan dana proyek pembangunan jalan oleh Mawardi Yahya saat menjabat sebagai Bupati Ogan Ilir.

Demonstrasi Mahasiswa

“Kasus ini kembali ramai dan membuat masyarakat geram katika Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) mempersoalkan dugaan korupsi yang dilakukan Mawardi Yahya dan tidak tanggung-tanggung nilainya mencapai 100 miliar,” katanya.

Menurut Qusyairi, Kejaksaan Agung harus segera bertindak dan memanggil Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya untuk diperiksa.

“Mawardi sekarang sudah menjadi Wakil Gubernur Sumsel namun tidak boleh lepas tanggung jawab atas persoalan hukum saat dia jadi Bupati. Oleh karena itu, Kejagung harus memberikan atensi khusus dengan panggil dan periksa yang bersangkutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Qusyairi menegaskan akan mengawal kasus ini sampai tuntas.

“Yang pasti kami tidak akan membiarkan siapapun yang telah menyelewengkan uang rakyat lepas dari jeratan hukum, tak terkecuali Mawardi karena ia tidak kebal hukum dan sekarang tinggal kejaksaan kapan akan memeriksanya,” paparnya.

“Kami masih percaya dan yakin Kejagung akan usut tuntas kasus ini dan kami siap berjuang mengawalnya, ini kasus lama dan kalau dibiarkan akan hilang sedangkan taksiran kerugian yang diduga dikorupsi mencapai ratusan miliar,” tutup Qusyairi.

- Advertisement -