Aliansi Pemerhati Kesehatan Kembali Datangi Gubernur dan DPRD Sulawesi Selatan

Related

Ini Permintaan MAKI ke Presiden Jokowi

Medan - Dikabarkan Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kerja...

Berhasil Ungkap Perampokan Toko Emas, HIMMAH Sumut Apresiasi Kapolda Sumut

Medan - Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PW...

Terpilih Secara Aklamasi Kamaluddin Nazuli Siregar Resmi Pimpin HIMMAH Asahan 2021-2023

Asahan - Kamaluddin Nazuli Siregar terpilih secara aklamasi menjadi...

Penggiat Anti Korupsi : Proyek Tahun Jamak Ogan Ilir 2007-2010 Berpotensi Rugikan Negara 103 Miliar

Palembang - Pegiat Antikorupsi Sumatera Selatan, Feri Kurniawan menilai...

Share

Sulawesi Selatan – Puluhan Massa yang melakukan aksi demonstrasi ungkap rasa kecewa terhadap sanksi yang dijanjikan oleh Gubernur terkait Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Dalam hal ini, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mengatakan bahwa suara demonstran telah membuahkan hasil, dan kepada Rumah Sakit yang terbukti bersalah, Sanksi berupa teguran tertulis akan disampaikan.

Abdul faisal selaku koordinator lapangan sangat menyayangkan hal tersebut.

“Kami sangat kecewa kepada Gubernur sebagai pemangku kebijakan tertinggi di sulawesi selatan, apakah hanya teguran tertulis yang akan diberikan kepada mereka yang terbukti bersalah, sedangkan 2 nyawa melayang akibat mereka yang kemudian terbukti menolak pasien tersebut,” terangnya.

Lanjutnya, Ia menyebutkan bahwa kami dirinya telah dua kali menyurat ke DPRD Provinsi Sulawesi selatan, untuk melangsungkan Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Namun, dalam keteranganya, surat yang diajukan selama dua minggu berturut-turut tidak direspon oleh anggota dewan yang berada di Komisi E.

Sehingga, Aliansi Pemerhati Kesehatan menyatakan sikap ‘Mosi Tidak Percaya‘ kepada DPRD Komisi E dan Gubernur Sulawesi selatan.

“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas dan akan melaporkan secara resmi ke Polda Sulawesi Selatan,” tegas Faisal.