Banyak Sisa Anggaran, Handaya Aji dan Ketum GMSD Minta Bupati Pacitan Fokus Dan Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur

Related

Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Oleh E-Warong

Pesawaran - Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial...

Etika dan Budaya Politik Interpelasi, Menohok Muka Sendiri

Jakarta - Interpelasi mengenai Formula E yang sedang gencar-gencarnya...

PP HIMMAH Audiensi Dengan Kejagung, Bertekad Sinergi Tegakkan Hukum

Jakarta - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH)...

Gerak Indonesia : BEM SI Ada Yang Menunggangi

Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI)...

Rakor Biro Organisasi Telah Resmi Dibuka, Ini Sambutan Gubernur Sultra

Kendari – Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara...

Share

Pacitan – APBD Kabupaten Pacitan 2020 menyisakan anggaran Rp 96 Miliar, Anggota DPRD Pacitan, Jawa Timur Handaya Aji meminta agar Pemkab Pacitan memfokuskan dana tersebut untuk pembangunan Infrastruktur.

“Paling tidak 2 tahun terahir ini karena Covid-19, hak rakyat dalam mendapatkan infrastruktur yang layak tidak terpenuhi. Maka sesuai Visi-Misi Bupati Indrata Nur Bayu Aji maka setidaknya anggaran tersebut dikembalikan kepada hak rakyat yaitu pembangunan Infrastruktur,” Ujarnya kepada pewarta (Jumat, 25 Juni 2021)

Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu saat ini banyak kondisi jalan poros Kabupaten yang rusak, Handaya Aji berharap Pemkab Pacitan mulai memikirkan pembangunan infrastruktur.

“Ini harus ada keberanian, harus ada revolusi untuk memenuhi janji-janjinya dalam bidang infrastruktur dimulai dari Perubahan Anggaran tahun 2021 ini, karena saya secara pribadi malu kepada para konstituen dan juga rakyat pacitan setiap hari banyak yang mengadu tentang jalannya yang rusak parah.”Imbuhnya

Warga kecamatan tulakan menambahkan ada tiga poin penting yang harus diperhatikan bupati Pacitan yang sekarang “Tugas Bupati Pak Aji memang berat,karena keterbatasan waktu beliau hanya sampai 2023/2024 untuk menunaikan janji kampanye salah satu VISi nya adalah perbaikan infrasktruktur jalan poros desa,kedua dapat warisan dari bupati sebelumnya berupa jalan rusak bisa dikatakan hampir merata di seluruh kecamatan-kecamatan yang ada di kabupaten pacitan,ketiga mendapatkan warisan dari bupati sebelumnya berupa birokrasi yang bobrok, maka kalau tidak segera tancap gas untuk memperbaiki itu semua sangat mustahil kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Bupati Indrata Nur Bayu Aji ini akan minim. Terang Slamet salah satu warga kecamatan Tulakan

Menurut Handaya Aji, segi infrastruktur mudah dinilai masyarakat Pacitan, dari pada program yang lainnya. Selain memperlancar aktivitas perekonomian juga kebutuhan masyarakat lainnya.

“Karena jika infrastruktur ini masyarakat mudah menilainya bagaimana keseriusan Pemkab Pacitan, jadi sudah sewajarnya jika Pemkab memprioritaskan pembangunan maupun perbaikan infrastruktur utamanya perbaikan jalan poros antar desa yang menjadi tanggung jawab Dinas PU kabupaten Pacitan, ini juga mempertegas serta ikhtiar dari realisasi janji kampanye Bupati Pacitan.” Tegasnya

Senada dengan Handaya Aji, Aktivis Muda dari Pacitan juga menyampaikan keprihatinannya terhadap infrastruktur di kabupaten Pacitan Utamanya di kecamatan Tulakan, ” Saya sangat prihatin dengan apa yang dialami warga tulakan utamanya, banyak jalan-jalan mereka rusak akan tetapi belum ada sentuhan dari pemkab baik segi pembangungan maupun perbaikan, bahkan waktu itu saya sendiri pernah ikut gotong-royong memperbaiki jalan dengan semen,pasir serta sumbangan uang yang didapatkan dari hasil patungan sopir serta masyarakat setempat. Maka saya kira sudah seharusnya Pak Bupati Aji memprioritaskan hal ini juga sesuai dengan visi-misi beliau waktu pencalonanya menjadi bupati. Saya juga menyerukan kepada seluruh pemuda desa untuk kritis atas kebijakan serta untuk mendapatkan keadilan sesuai nilai luhur PANCASILA dari Sila Kelima Yaitu KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA.” Imbuh Akha Ketua Umum Gerakan Milenial Sadar Demokrasi