DPP KNPI Memberhentikan 5 Anggotanya Secara Tidak Hormat Melalui Rapat Pleno

Related

Kader Peradi Medan di DPN Diimbau Mengundurkan Diri

MEDAN - Kader Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) asal Kota...

Mahasiswa Tantang KPK Usut Tuntas Kasus Perjalanan Dinas Fiktif

Jakarta - Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Labuhanbatu...

Share

- Advertisement -

Jakarta – DPP KNPI mengadakan rapat pleno pada tanggal (10/3) di Hotel Sahid Jaya, Sudirman sebagai bentuk sikap atas terjadinya Rapat Pleno yang sebelumnya diadakan oleh Wakil Ketua Umum KNPI tanpa sepengetahuan Ketua KNPI. Rapat sebelumnya yang diadakan di Hotel Ritz Carlton Jakarta dinyatakan tidak sah secara hukum.

Rapat ini memiliki agenda konsolidasi KNPI dan merespon dinamika internal yang berkembang. Rapat ini dihadiri ratusan Pengurus DPP KNPI. Rapat tersebut dibuka secara langsung oleh Ketua Umum KNPI.

Rapat ini memutuskan 5 Anggota KNPI diberhentikan secara tidak hormat diantaranya ialah, Jackson Kumaat (Sekretaris Jendral KNPI), Mustahudin (Waketum DPP KNPI), Ahmad Andi Bahri (Waketum DPP KNPI), Alan Hehanusa (Waketum DPP KNPI), Syarif Ahmad (Ketua Bidang Organisasi DPP KNPI) karena kelima orang yang bersangkutan melakukan Rapat Pleno Illegal yang diadakan di Hotel Ritz Carlton.

Haris Pertama Ketika Diwawancarai Awak Media

“Tidak bisa sebuah rapat pleno itu memecat seorang Ketua Umum apalagi anggota rapat tersebut hanya 20-30 orang. Ini seolah-olah terjadi Rapat Pleno KNPI yang tidak saya hadiri karena saya berada di Riau melakukan pelantikan Musda KNPI Riau” Ujar Haris

Haris Pertama juga mengatakan bahwa jika memang Negara mau mengusut kejanggalan dalam Rapat Pleno di Hotel Ritz Carlton bisa saja. “Ya bapak Menpora, Menkumham silahkan minta kepolisian untuk cek CCTV di Hotel Ritz Carlton” Tutupnya.

- Advertisement -