Forum Komunikasi Pemuda Pecinta Alam Indonesia Tanggapi Soal Deforestasi Kalimantan

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Kejahatan lingkungan yang disebabkan oleh perusahaan-perusahaan ataupun badan usaha nakal lainnya seperti deforestasi (penggundulan hutan), atau pengrusakan lingkungan lainnya menjadi topik perbincangan hangat setelah bencana alam banjir yang menerjang Kalimantan Selatan.

Kejahatan lingkungan yang kerap terjadi di Indonesia dilakukan agar lahan hijau tersebut dapat dialih fungsikan untuk keperluan ekonomi lain, seperti halnya pertanian, peternakan atau yang kian marak terjadi, dialih fungsikan menjadi kawasan perkotaan atau wilayah industri.

Sumarna Suryadiningrat selaku sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Pemuda Pecinta Alam Indonesia (FKPPAI) menyebut adanya indikasi kejahatan lingkungan seperti deforestasi yang dilakukan oleh badan usaha atau perusahaan di Kalimantan, khususnya di Kalimantan Selatan.

Sumarna juga menyebut bahwa perlunya penyelidikan lebih lanjut terkait tindak kejahatan lingkungan, karena menurutnya, bencana alam banjir yang tak lama menerjang Kalimantan Selatan juga dapat diakibatkan oleh faktor manusia yang menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan.

“Bencana Alam di Kalimantan seharusnya dapat dijadikan pelajaran, kita harus menghormati lingkungan dan tindak tegas perusahaan yang kerap melakukan pengrusakan lingkungan,” tegasnya.

Dalam kesempatan lain, Greenpeace Indonesia melalui unggahan sosial media Twitter, menyebutkan;

“Kerusakan ekologi yang belum juga menjadi perhatian serius pemerintah @jokowi, mengantar pada bencana yang kembali mengawali awal pergantian tahun,” tulis Greeenpeace Indonesia.

Lanjut sumarna, Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah punya andil yang cukup besar dalam menjaga tanah air Indonesia. Ia juga menuturkan agar pemerintah berani untuk menindak tegas pihak yang melakukan pengrusakan lingkungan.

- Advertisement -