Forum Komunikasi Pemuda Pecinta Alam Indonesia Tanggapi Soal Deforestasi Kalimantan

Related

Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Oleh E-Warong

Pesawaran - Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial...

Etika dan Budaya Politik Interpelasi, Menohok Muka Sendiri

Jakarta - Interpelasi mengenai Formula E yang sedang gencar-gencarnya...

PP HIMMAH Audiensi Dengan Kejagung, Bertekad Sinergi Tegakkan Hukum

Jakarta - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH)...

Gerak Indonesia : BEM SI Ada Yang Menunggangi

Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI)...

Rakor Biro Organisasi Telah Resmi Dibuka, Ini Sambutan Gubernur Sultra

Kendari – Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara...

Share

Jakarta – Kejahatan lingkungan yang disebabkan oleh perusahaan-perusahaan ataupun badan usaha nakal lainnya seperti deforestasi (penggundulan hutan), atau pengrusakan lingkungan lainnya menjadi topik perbincangan hangat setelah bencana alam banjir yang menerjang Kalimantan Selatan.

Kejahatan lingkungan yang kerap terjadi di Indonesia dilakukan agar lahan hijau tersebut dapat dialih fungsikan untuk keperluan ekonomi lain, seperti halnya pertanian, peternakan atau yang kian marak terjadi, dialih fungsikan menjadi kawasan perkotaan atau wilayah industri.

Sumarna Suryadiningrat selaku sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Pemuda Pecinta Alam Indonesia (FKPPAI) menyebut adanya indikasi kejahatan lingkungan seperti deforestasi yang dilakukan oleh badan usaha atau perusahaan di Kalimantan, khususnya di Kalimantan Selatan.

Sumarna juga menyebut bahwa perlunya penyelidikan lebih lanjut terkait tindak kejahatan lingkungan, karena menurutnya, bencana alam banjir yang tak lama menerjang Kalimantan Selatan juga dapat diakibatkan oleh faktor manusia yang menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan.

“Bencana Alam di Kalimantan seharusnya dapat dijadikan pelajaran, kita harus menghormati lingkungan dan tindak tegas perusahaan yang kerap melakukan pengrusakan lingkungan,” tegasnya.

Dalam kesempatan lain, Greenpeace Indonesia melalui unggahan sosial media Twitter, menyebutkan;

“Kerusakan ekologi yang belum juga menjadi perhatian serius pemerintah @jokowi, mengantar pada bencana yang kembali mengawali awal pergantian tahun,” tulis Greeenpeace Indonesia.

Lanjut sumarna, Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah punya andil yang cukup besar dalam menjaga tanah air Indonesia. Ia juga menuturkan agar pemerintah berani untuk menindak tegas pihak yang melakukan pengrusakan lingkungan.