Gelar Solat dan Doa Bersama Depan KPK, PGPI: Semoga KPK Diberikan Kekuatan Usut Dugaan Korupsi Proyek Site Development Keramasan Sumatera Selatan

Related

Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Oleh E-Warong

Pesawaran - Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial...

Etika dan Budaya Politik Interpelasi, Menohok Muka Sendiri

Jakarta - Interpelasi mengenai Formula E yang sedang gencar-gencarnya...

PP HIMMAH Audiensi Dengan Kejagung, Bertekad Sinergi Tegakkan Hukum

Jakarta - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH)...

Gerak Indonesia : BEM SI Ada Yang Menunggangi

Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI)...

Rakor Biro Organisasi Telah Resmi Dibuka, Ini Sambutan Gubernur Sultra

Kendari – Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara...

Share

Jakarta – Sekelompok pemuda mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (22/6/2021). Kedatangan massa yang mengatasnamakan diri dari Perkumpulan Gerakan Pemuda Indonesia (PGPI) mendesak segera usut dugaan korupsi mega proyek Site Development Keramasan Sumatera Selatan.

Massa membentangkan spanduk bertuliskan “Proyek Site Devolopment Keramasan Diduga Menjadi Bancakan Merampok Uang Rakyat, KPK Wajih Turun Tangan Periksa Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru”.

Selain orasi, mereka juga melakukan solat berjemaah dan doa bersama depan gedung KPK.

Menurut Koordinator aksi, Taufiqurrahim menyebut tujuannya untuk mendoakan KPK agar diberikan kekuatan oleh Tuhan untuk bisa mengusut kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dalam proyek pemindahan kantor Gubernur Sumatera Selatan.

“Tentu kita hanya mendorong KPK namun juga mendoakan agar selalu kuat melawan para koruptor. Insyallah KPK tetap kuat dan segera memeriksa Herman Deru selaku penanggung jawab dari proyek ini,” ungkapnya.

Taufiq menjelaskan bahwa proyek ini diduga hanya menjadi bancakan memainkan anggaran apalagi ditengah pandemi yang semestinya fokus pada penanganan Covid-19.

“Sumsel ini termasuk daerah yang paling lalai penanganan Covid-19 dan yang terdampak pun rakyat terutama soal ekonomi namun Gubernurnya malah memindahkan kantor yang manfaatnya tidak dirasakan langsung masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Taufiq menyampaikan telah memasukkan laporan ke KPK dengan bukti-bukti telah diduga terjadi tindak pidana korupsi dalam proyek ini.

“Kami sudah melakukan kajian bahkan lengkap dengan data-datanya bahwa telah terjadi dugaan melawan hukum yang merugikan negara dan kami sudah serahkan ke KPK, tentu harapannya laporan ini segera diproses dan ungkap dalangnya,” ucapnya.

“Untuk kepastian berapa kerugian negara dari penimbunan proyek Site Developmen Keramasan ini belum kami pastikan berapa jumlahnya, namun untuk sementara ini ditaksir lebih dari 50 M, oleh karena itu bukti awal ini harus diproses lebih lanjut oleh KPK dan segera jerat hukum pelakunya,” Tutup Taufiq.