Gepma Desak Yasonny Laoly Copot Liberty Sitinjak Yang Dinilai Gagal Pimpin Kakanwilkumham DKI

Related

Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Oleh E-Warong

Pesawaran - Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial...

Etika dan Budaya Politik Interpelasi, Menohok Muka Sendiri

Jakarta - Interpelasi mengenai Formula E yang sedang gencar-gencarnya...

PP HIMMAH Audiensi Dengan Kejagung, Bertekad Sinergi Tegakkan Hukum

Jakarta - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH)...

Gerak Indonesia: BEM SI Ada Yang Menunggangi

Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI)...

Rakor Biro Organisasi Telah Resmi Dibuka, Ini Sambutan Gubernur Sultra

Kendari – Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara...

Share

Jakarta – Mendesak menteri Yasonna Laoly segera mencopot Liberty Sitinjak sebagai Kakanwilkumham DKI Jakarta karena sudah gagal memimpin.

Gerakan pemuda dan mahasiswa (Gepma), Di bawah kepemimpinannya liberty Sitinjak sebagai Kakanwilkumham gagal menyelesaikan tugasnya karena beberapa kasus yang ada di DKI Jakarta tidak mampu menyelesaikannya.

“Gerakan Pemuda dan Mahasiswa (Gepma) mendesak kemenkumham (Yasonna Laoly) untuk segera mencopot kakanwilkumham Liberty Sitinjak yang telah gagal menjalankan tugas dengan baik,” tegas Albar.

Dari hasil penelitian Gepma, hal tersebut justru menimbulkan tanda tanya besar terhadap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Liberty Sitinjak) dimana Gepma menemukan kasus besar yang terjadi di DKI, termasuk termuan mereka perihal rutan Salemba yang terlibat bisnis narkotika.

Menurut Gepma, di rutan Salemba tersebut ada beberapa daerah di bawah naungan kantor wilayah kementerian hukum dan ham itu maraknya kasus besar yang tidak bisa di kendalikan oleh Liberty Sitinjak sebagai Kakanwilkumham.

“Gerakan pemuda dan mahasiswa mendesak bapak Yasonna Laoly sebagai menteri hukum dan ham segera mencopot liberty Sitinjak dalam jangka waktu 3×24 jam,” tegas Albar.

“Adapun kami temukan beberapa pelanggaran tidak mampu diselesaikan oleh kakanwilkumham, kami menduga liberty Sitinjak tidak mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik,” ungkapnya.

“Apabila tuntutan kami tidak di terima berarti bener dugaan kami ada hubungan spesial bapak menteri hukum dan ham (Yasonna Laoly) dengan Liberty Sitinjak sebagai Kakanwilkumham DKI,” tegas Albar.

Ada 6 poin temuan yang Gepma temunkan yang gagal di selesaikan oleh Liberty Sitinjak sebagai Kakanwilkumham.