Gepmar Unjuk Rasa Pasca Meninggalnya Ibu Hamil Yang Di Tolak RS Makassar

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Makassar – Meninggalnya seorang ibu hamil setelah berkali-kali ditolak empat rumah sakit di Makassar, membuat sejumlah mahasiswa geram atas kejadian memilukan itu.

Imbasnya, kantor Gubernur Sulsel diseruduk oleh puluhan massa aksi yang mengatasnamakan diri dari Gerakan Pemuda dan Mahasiswa (Gepmar) Makassar, Senin sore (21/12/2020).

Mereka geram dengan empat rumah sakit di Makassar yang menolak pasien bernama Hartina yang hendak melahirkan, justru tak dapat pertolongan medis.

Hingga setibanya di RS Wahidin Sudirohusodo, Hartina bersama bayi dalam perutnya pun meninggal dunia meski sempat mendapat pertolongan medis di rumah sakit itu, pada Rabu (9/12/2020) lalu.

Massa aksi pun meminta kepada Dinas Kesehatan dan Gubernur Sulawesi Selatan untuk menindaklanjuti persoalan tersebut dan menindak empat rumah sakit yang menolak pasien tersebut hingga meninggal.

“Meminta kepada Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan dan Gubernur untuk mencabut izin operasinal RS Kartini dan RS Ananda, Kemudian Mencopot Direktur RS Labuang Baji dan Memberikan Sanksi kedapa RS Plamonia,” kata Jenderal Lapangan, Muhamad Iqbal.

Tak hanya itu mereka juga melayangkan SOMASI ke DPRD Sulawesi Selatan untuk segera melakukan Radat Dengar Pendapat (RDP) dalam jangka waktu 2×24 jam.

“Kami akan terus melakukan sebuah perlawanan hingga tuntutan kami terima, tak seharusnya pihak Rumah Sakit melakukan penolakan terhadap pasien gawat darurat, ” tegasnya

- Advertisement -