Gerak Indonesia: BEM SI Ada Yang Menunggangi

Related

300 Perusahaan di DKI Jakarta Masih Belum Mematuhi Saran Disnakertrans

Jakarta - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat...

Resimen Mahasiswa Jayakarta Gelar Latihan Kepemimpinan Putri Nasional 2021

Jakarta - Untuk membekali ilmu dan wawasan tentang kepemimpinan...

Bamsoet Terima Kunjungan Pengurus Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus pendiri Majelis Ta'lim...

Bamsoet : Anggota MPR RI Harus Sosialisasikan Pentingnya PPHN

Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menuturkan reformasi...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dikabarkan akan menggelar aksi damai di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin 27 September 2021.

Aksi yang digelar itu menolak pemecatan pegawai 56 KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

Pemecatan 56 Pegawai KPK disebut sangat kontroversi karena dinilai memiliki muatan untuk menyingkirkan pegawai-pegawai yang dianggap kritis memerangi sejumlah kasus korupsi.

Terkait hal tersebut Teddy Direktur Eksekutif Gerakan Rakyat Untuk Keadilan Indonesia (Gerak Indonesia) menyatakan bahwa kawan-kawan BEM SI ini hanya sekedar lucu-lucuan saja untuk cari panggung. Karena sudah jelas dalam alih fungsi pegawai KPK menjadi ASN sesuai peraturan Undang-undang dengan diperkuat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA).

Kalau mereka BEM SI mengatakan ada niat untuk menyingkirkan pegawai-pegawai yang kritis dalam memberantas korupsi itu hanya halusinasi mereka. Dikarenakan sudah jelas 56 pegawai KPK tidak lulus karena bisa menganggap remeh TWK jadi jangan mengambing hitamkan orang lain.

KPK itu lembaga yang besar dan independen banyak SDM yang cerdas. Jadi tidak ada pengaruh tanpa 56 yang gagal TWK dalam menjalankan aktivitas pemberantasan korupsi.

Jadi kata Teddy janganlah kawan-kawan BEM SI sok ancam mengancam Presiden. Karena negara ini bukan milik segelintir kawan-kawan BEM SI yang patut diduga ditunggangi oleh kepentingan, coba mana ada BEM SI teriak-teriak membela nasib guru honorer yang jumlah jutaan yang tidak lulus ASN. Kemana mereka BEM SI tutup kepada media.

- Advertisement -