Gerak Indonesia Mencurigai Motif Laporan ICW Ke Dewas KPK

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Teddy selaku Direktur Eksekutif Gerakan Rakyat Untuk Keadilan Indonesia (Gerak Indonesia) meminta Dewas KPK untuk tetap obyektif terhadap laporan peneliti ICW Kurnia Ramadhana terhadap Firli Bahuri dan Karyoto.

Pelaporan tersebut dilayangkan atas putusan pelanggaran etik terhadap Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK Aprizal. Karena selama ini, menurut Teddy, track record Kurnia Ramadhana selaku peneliti ICW cenderung tendensius terhadap Firli Bahuri sebagai Ketua KPK dimulai dari pencalonan sampai terpilih.

Teddy juga mengajak publik untuk mengalih motif dan tujuan apa ICW selalu fokus mencari kesalahan Ketua KPK saat ini biar publik tahu soalnya sebelum Firli menjabat sebagai Ketua KPK ICW tidak pernah teriak – teriak terhadap pimpinan KPK yang sebelumnya coba saja lihat rekam jejak digitalnya.

Maka dari itu Teddy berharap Kurnia Ramadhana peneliti ICW untuk berpikir jernih agar tidak mencari-cari kesalahan pribadi seseorang dengan tujuan tertentu. Kalau benar Kurnia Ramadhana memiliki tujuan yang sama dalam pemberantasan korupsi seharusnya bekerjasama dengan aparat penegak hukum baik Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK.

“Untuk memberantas korupsi supaya para koruptor takut untuk melakukan tindak korupsi karena banyak mata yang mengawasi selain KPK. Dan ini lebih positif dibandingkan menghabiskan energi yang tidak ada kaitan dengan pemberantasan korupsi,” tutup Teddy.

- Advertisement -