GERTAK : Copot Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Ketua Umum Gerakan Rakyat Tolak Aktor Koruptor (Gertak), Dimas Tri Nugroho Mendesak BK DPRD Mencopot Ketua Komisi B Abdul Aziz karena dinilai melakukan tindakan semana-mena dan abuse of power seusai rapat kerja dengan jajaran direksi PT. Transjakarta, Dinas Perhubungan dan BP BUMD di Gedung DPRD DKI pada Selasa (7/12/2021).

Hal ini sejalan dengan para Anggota DPRD DKI Jakarta yang meminta Abdul Aziz agar dicopot dari posisi ketua Komisi B, sesuai bukti yang sudah diserahkan kepada Badan Kehormatan, 8 Desember 2021, pukul 14.50 WIB, diterima Pak Oman Rohman Rakinda. Rabu (8/12/2021).

Dimas menegaskan tuntutan pencopotan ketua komisi B DPRD DKI Jakarta terkait erat dengan polemik hangat yang terjadi pada rapat kerja dengan jajaran direksi Transjakarta. Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Abdul Aziz tersebut, sempat disinggung oleh anggota DPRD rekaman video yang berisikan rapat petinggi Transjakarta sambil nonton tari perut atau belly dance.

Yang menjadi persoalan kemudian adalah ternyata Abdul Aziz ketua Komisi B memanggil salah satu direksi Transjakarta terkait video tari perut tersebut di luar sidang dan tidak melibatkan anggota Komisi B yang lainnya.

Pemanggilan tersebut tanpa melibatkan dan tanpa memberitahu kepada anggota komisi B lainnya. Hal ini terungkap bahwa di chat WA grup tanggal 7 Desember 2021, bahwa saudara Abdul Aziz telah mengakui memanggil secara sepihak oknum direksi yang terlibat diperistiwa tari perut tersebut.

Menurut anggota Komisi B DPRD bahwa tindakan Abdul Aziz telah semena-mena, tanpa melibatkan atau memberitahu anggota Komisi B yang lain. Abdul Aziz, seolah-olah memperlakukan anggota Komisi B yang lain sebagai anak buah atau bawahan.

Ternyata video tersebut sangat mencoreng institusi karena menggunakan atribut Transjakarta. Perlu diingat bahwa anggota DPRD DKI bersifat kolektif kolegial.

Tuntutan pencopotan tersebut sudah layak karena Abdul Aziz sudah diprotes secara keras 2 kali oleh DPRD. Pada Maret tahun 2020, DPRD DKI pernah melakukan mosi tidak percaya terhadap Abdul Aziz.

Saat itu, mosi tidak percaya diselesaikan secara damai di lantai 10 Gedung DPRD DKI, yang bersangkutan diberi kesempatan kembali. Hal ini terulang dan sudah keterlaluan, ditambah hari ini yang bersangkutan membuat rekomendasi hasil rapat Transjakarta tanpa diketahui oleh unsur pimpinan Komisi B dan beberapa anggota lainnya.

Dimas menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga selesai dan mendesak Badan Kehormatan DPRD DKI segera mencopot Ketua Komisi B Abdul Aziz.

Jakarta, 11 Desember 2021

- Advertisement -