Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen STIE Tri Dharma Nusantara Makassar Mengecam Kasus Drop-Out 3 Mahasiswa Universitas Lancang Kuning Riau

Related

Ini Permintaan MAKI ke Presiden Jokowi

Medan - Dikabarkan Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kerja...

Berhasil Ungkap Perampokan Toko Emas, HIMMAH Sumut Apresiasi Kapolda Sumut

Medan - Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PW...

Terpilih Secara Aklamasi Kamaluddin Nazuli Siregar Resmi Pimpin HIMMAH Asahan 2021-2023

Asahan - Kamaluddin Nazuli Siregar terpilih secara aklamasi menjadi...

Penggiat Anti Korupsi : Proyek Tahun Jamak Ogan Ilir 2007-2010 Berpotensi Rugikan Negara 103 Miliar

Palembang - Pegiat Antikorupsi Sumatera Selatan, Feri Kurniawan menilai...

Share

Jakarta – Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen STIE Tri Dharma Nusantara Makassar mengecam keputusan rektor Universitas Lancang Kuning Riau Yang melakukan Drop-out kepada tiga mahasiswanya.

Dengan surat keputusan rektor universitas lancang kuning Riau nomor 028,029 serta 030/Unilak/km/2021. Dengan peryataan Drop-out terhadap Ketiga mahasiswanya yang di anggap melanggar kode etik kampus Unilak.

Akbar Emil selaku ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Periode 2021-2022 Stie Tri Dharma Nusantara makassar, yang juga baru dilantik beberapa hari yang lalu angkat bicara dalam kasus Drop-out mahasiswa Unilak ” Kehadiran suara mahasiswa sebagai tanda Eksistensi perjuangan masih menjadi prioritas untuk menuntut kebenaran dan keadilan, namun ketika suara mahasiswa dibungkam maka kebenaran dan Keadilan diatas tanah para pejuang akan kembali suram.

Sikap anti kritis dan demokratis yang diterapkan Para pimpinan birokrasi Universitas Lancang Kuning Riau (UNILAK), merupakan bukti bahwa ketidaksiapan rektor selakuPemimpin tertinggi kampus UNILAK dalam menerima aspiratif dari mahasiswanya, Yang mencederai kebebasan berpendapat dalam lingkungan akademis. Tegas Emil

Rektor Universitas Lancang Kuning diharapkan mempertimbangkan serta meninjau Kembali keputusan Drop-out terhadap mahasiswanya, sebab ini menjadi tolok ukur Ataupun potret demokrasi kedepannya, menjaga nalar kritis para agen perubahan.

Perguruan tinggi yang seyogianya menjadi panggung aspiratif mahasiswa, untuk
Sampai kepada cita mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan sebagai pembelajaran Untuk seluruh kampus se Indonesia. Ungkapnya