KAMPAK Merah Putih Desak Mabes Polri Selidiki Kasus Perselingkuhan Salah Satu Ketum Partai

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Komunitas Aksi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (KAMPAK) Merah Putih RI dalam konferensi persnya pada Selasa (21/12/ 2021), Sahala Pohan sebagai ketua Dewan Pimpinan Pusat dan didampingi beberapa unsur pengurus menyampaikan bahwa KAMPAK akan menggelar aksi unjuk rasa dalam jangka dekat untuk mendorong Polri dalam mengungkit perselingkuhan salah satu ketua Umum Partai Politik AH dan Rifa Handayani, yang menyebabkan Rifa Handayani was was dan trauma dalam kehidupan sehari harinya.

Diketahui bahwa Rifa telah melaporkan Ketua Umum AH dan Istri ke Mabes Polri atas ancaman alias teror di media sosial yang menyebabkan Rifa was was untuk menjalankan aktivitas sehari harinya dan belakangan ini jelas disampaikan Rifa mengatakan ke pablik bahwa dirinya meminta penegakan hukum dan meminta perlindungan kepada aparat kepolisian dan Komnas HAM atas ancaman dan teror di media sosial yang dilakukan AH dan istrinya.

Berdasarkan hal itu KAMPAK Merah Putih RI sebagai organisasi komunitas yang memiliki rasa empati terhadap Rifa Handayani akan mendorong Polri supaya betul-betul memperhatikan kasus ancaman alias teror tersebut dan kita duga bahwa ketua umum parpol tersebut sudah melecehkan harkat dan martabat kepribadian seseorang perempuan melalui media sosial tentu hal itu sudah melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, atau teknologi informasi secara umum.

Kami berharap kepada bapak Kapolri jangan karna AH itu menjabat sebagai Menteri dan Ketum Parpol saat ini tidak diopeni masalah serius yang dihadapi Rifa Handayani, tentu hal demikian dapat membuat hati rakyat Indonesia sedih seolah olah hukum itu dijadikan tumpul ke atas runcing kebawah. Akhiri Sahala Pohan.

- Advertisement -