Kontingen Indonesia Jalani Swab PCR Test Demi Syarat-Syarat Bisa Bertanding Di Olimpiade Tokyo

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Sebelum berangkat ke Tokyo, Kontingen Indonesia menjalani SWAB PCR Test sebagai syarat untuk berangkat ke Olimpiade Tokyo. Ini dilakukan 7 hari berturut-turut sebelum keberangkatan ke Tokyo.

Atlet, pelatih, dan official dari cabang olahraga panahan, menembak, renang, dan angkat besi sudah dikarantina di Jakarta. Mereka menjalani Swab PCR Test dengan protokol kesehatan ketat. Turut hadir pula Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari dan Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo Rosan P Roeslani.

“Ini adalah uji hari keempat jelang keberangkatan. Semua atlet sudah masuk karantina dengan sistem bubble, di mana satu atlet menempati satu kamar. Khusus surfing, tes dilakukan di Bali dan rowing di Pengalengan dengan rumah sakit yang telah mendapat rekomendasi dari pemerintah Jepang,” kata Okto, sapaan karib Raja Sapta, Rabu (14/7/2021).

Tim Indonesia yang mendapat dukungan penuh dari Walls dan Li-Ning ini berkekuatan 28+1 alternated athlete. Mereka akan berkompetisi di delapan cabang olahraga. Keberangkatannya terbagi menjadi tiga kloter.

Pertama, bulu tangkis yang sedang menjalani pre-games training di Kumamoto sejak 8 Juli. Selanjutnya, cabang olahraga panahan, menembak, rowing, surfing, dan renang pada 17 Juli. Terakhir adalah cabang olahraga atletik pada 24 Juli.

Sementara, keberangkatan Ketua NOC Indonesia dan CdM dimajukan. Semula diagendakan pada 20 Juli, kini menjadi 17 Juli. Rombongan Head Quarters dan Tim pendukung dibagi dalam dua keberangkatan, yakni 20 Juli dan 24 Juli.

“Keberangkatan mengalami perubahan karena Ketua NOC Indonesia dan CdM harus menghadiri pertemuan di Tokyo. Selain itu, maskapai yang memiliki direct flight ke Narita Airport atau Haneda Airport sangat terbatas sehingga beberapa ada yang mengalami perubahan keberangkatan,” ujar Sekretaris Jenderal NOC Indonesia Ferry J Kono.

Meski demikian, Ferry mengatakan NOC Indonesia bersama CdM berkomitmen untuk menjaga atlet-atlet Indonesia. Kesehatan seluruh atlet yang berangkat akan diasuransikan sebagai salah satu upaya proteksi.

“Jadi asuransi ini meliputi travel insurance dan juga Covid-19 coverage,” tambah Ferry. 

- Advertisement -