Mahasiswa, Pemuda dan Masyarakat Pacitan Melakukan Audiensi Dengan DPRD, Minta Anggaran Perjalanan Dinas Dipotong dan Dikembalikan ke Masyarakat Untuk Bangun Infrastruktur.

Related

FUT Shoes Hadirkan Jawaban Keresahan Pemilik Telapak Kaki Lebar Yang Susah Untuk Cari Sepatu

Jakarta - Tak gampang memang untuk mencari produk sepatu yang aman dan nyaman serta cocok dengan karakter kaki kita yang unik sebagai...

Milenial Indonesia Gelar Webinar Nasional, Respon Kenaikan BBM dan Ancaman Inflasi

Jakarta - Milenial Indonesia Gelar Webinar Nasional Merespon isu...

Share

- Advertisement -

Pacitan – Sejumlah Mahasiswa dan organisasi yang tergabung dalam konsorsium Aliansi Merah Putih Pacitan untuk Perbaikan Bangsa menggeruduk gedung DPRD kabupaten Pacitan Jawa timur, untuk melakukan audiensi dengan pimpinan dewan. Diantaranya aliansi rakyat Pacitan untuk transparansi anggaran beserta OKP Cipayung plus diantaranya ada Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia cabang Pacitan, yang ingin menyampaikan beberapa pertanyaan diantaranya anggaran perjalanan dinas para pejabat dan anggota dewan yang dinilai terlalu besar dibandingkan dengan anggaran peningkatan, perbaikan, serta perawatan infrastruktur utama jalan poros kabupaten/poros desa.

” Kami berniat bersilaturahmi dengan para wakil rakyat untuk menyampaikan pandangan terkait Anggaran yang kam rasa perlu dilakukan evaluasi,karena kami anggap anggaran tersebut terlalu fantastis dan tidak seimbang dengan anggaran infrastruktur masyarakat, sedangkan jalan-jalan di desa kabupaten Pacitan masih ada yang rusak parah.” Ujar Akha ketua aliansi rakyat Pacitan untuk transparansi anggaran (ARPTA)

Senada dengan itu Tonis ketua Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia cabang Pacitan berharap agar wakil Rakyat adanya evaluasi terkait Anggaran perjalanan dinas pejabat dan anggota dewan.


“ Kami berharap rapat dengar pendapat ini sekiranya dapat menjadi bahan evaluasi serta benar-benar dijadikan pertimbangan demi kebaikan masyarakat Pacitan. Semua penting, namun perlu adanya sedikit kebijaksanaan dan kedewasaan berfikir dan bertindak sehingga kebijakan yang dilahirkan oleh para wakil rakyat Pacitan itu betul-betul secara signifikan berdampak positif untuk kehidupan masyarakat luas. Kami akan menunggu respon positif dari mereka, jika dalam kurun waktu tertentu belum ada kepastian, artinya perjuangan kawan-kawan ini belum selesai”,


Banyaknya infrastruktur yang membuat masyarakat Pacitan gerah dan mempertanyakan apa kinerja legislatif dan eksekutif, apalagi mendengar adanya biaya perjalanan dinas yang cukup fantastis.


” Anggaran perjalanan dinas anggota dewan dan pejabat dilingkup Pemda Pacitan kurang lebih sekitar 46 milyar, andaikan bisa efisiensi minimal dipotong 10 Milyar saja tiap tahun ,maka dalam 5 tahun Pemda sudah bisa membangun infrastruktur masyarakat sebesar 50 milyar, tentu itu energi dan harapan baru untuk masyarakat serta ini mendukung visi misi bupati dan wakil bupati Pacitan yang diantaranya adalah peningkatan jalan poros desa.” Imbuh Akha yang juga ketua umum GP-PeNa

Sementara itu bung Ilham ketua BEM STKIP PGRI Pacitan menyampaikan “Harapannya agar anggota legislatif solider serta berempati dengan konstituennya. Kepekaan anggota legislatif terhadap para konstituen sangatlah diutamakan. Yang mana kepekaan adalah pengejawantahan dari substantive representation. Kami berharap, mereka memegang teguh sumpah jabatan untuk menegakkan keadilan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. “

Visi-misi bupati dan wakil bupati dan kesejahteraan masyarakat adalah tugas bersama, tidak bisa dinila dan dilihat dari hitungan-hitungan konstituen.


” Saya kira ini tugas bersama, contoh saja kecamatan Tulakan wilayahnya paling luas yang penduduknya lebih kurang 80ribu jiwa sensus 2020, sedangkan infrastrukturnya sangat miris kalo kita lihat. APBD Pacitan rata-rata 1,7 Triliun tiap tahunya, sedangkan untuk gaji pokok pegawai yang tidak bisa diotak-atik mencapai 750 milyar, belum tunjangan dll, lantas masyarakat kebagian berapa. Sekedar menegaskan bahwa tingkat kesejahteraan itu bisa diukur dari sejauh dan sebaik apa infrastruktur daerah tersebut, makanya tidak heran jika bapak Presiden giat membangun infrastruktur dengan tujuan mewujudkan masyarakat yang sejahtera. ” Tegas Akha

“Yang kami kritisi itu bukan kunker dalam daerah, atau rapat keluar daerah yang sifatnya undangan dari pempus, tapi yang kami soroti itu kenapa rapat banggar,Bamus,dll rapatnya diluar Pacitan ? Bukankah gedung DPRD sendiri dibangun sudah megah, jika tidak mencukupi bisa rapat dihotel-hotel Pacitan, didalam daerah agar ekonomi Pacitan juga terbantu, bukankah saat ini kita semua sedang fokus pemulihan ekonomi ? Jadi hemat saya rapat-rapat bisa dilakukan didalam daerah saja. ” Tutup akha (KA)

- Advertisement -