Menteri Perhubungan Budi Karya Didesak Mundur Pasca Kecelakaan Sriwijaya Air

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Kecelakaan pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 dengan rute Jakarta-Pontianak menambah duka dimasa pandemi Covid-19.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, didesak mundur oleh beberapa organisasi masyarakat yang menilai kinerja Budi Karya terlampau buruk, salah satu massa yang mendesak mundur Budi Karya adalah organisasi kemasyarakatan Himmah.

Dalam demonstrasinya, Korlap Himmah berorasi bahwa Menhub harus bertanggung jawab secara moral dan kemanusiaan akibat sistem yang menyebabkan kelalaian dan meninggalnya ratusan penumpang.

“Tragedi SJ 182 adalah bukti kegagalan Budi Karya dalam me-manage dunia transportasi Indonesia,” jelas baliho yang dipaparkan oleh demonstran Himmah (14/1/2021).

Menurutnya, pesawat yang Boeing 737-500 itu hilang kontak sekitar pukul 14.30 hingga 15.00 WIB ini dapat menjadi bukti atas kegagalannya.

“Selama dipimpin Budi Karya Sumadi selaku Menhub pernah ada kecelakaan pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Karawang di tahun 2018 lalu,” tambah orator demonstrasi tersebut.

Beberapa insiden kecelakaan pesawat dalam masa jabatan Menteri Perhubungan Budi Karya membuat sejumlah massa mendesaknya untuk mundur.

- Advertisement -