Menteri Perhubungan Budi Karya Didesak Mundur Pasca Kecelakaan Sriwijaya Air

Related

Ini Permintaan MAKI ke Presiden Jokowi

Medan - Dikabarkan Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kerja...

Berhasil Ungkap Perampokan Toko Emas, HIMMAH Sumut Apresiasi Kapolda Sumut

Medan - Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PW...

Terpilih Secara Aklamasi Kamaluddin Nazuli Siregar Resmi Pimpin HIMMAH Asahan 2021-2023

Asahan - Kamaluddin Nazuli Siregar terpilih secara aklamasi menjadi...

Penggiat Anti Korupsi : Proyek Tahun Jamak Ogan Ilir 2007-2010 Berpotensi Rugikan Negara 103 Miliar

Palembang - Pegiat Antikorupsi Sumatera Selatan, Feri Kurniawan menilai...

Share

Jakarta – Kecelakaan pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 dengan rute Jakarta-Pontianak menambah duka dimasa pandemi Covid-19.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, didesak mundur oleh beberapa organisasi masyarakat yang menilai kinerja Budi Karya terlampau buruk, salah satu massa yang mendesak mundur Budi Karya adalah organisasi kemasyarakatan Himmah.

Dalam demonstrasinya, Korlap Himmah berorasi bahwa Menhub harus bertanggung jawab secara moral dan kemanusiaan akibat sistem yang menyebabkan kelalaian dan meninggalnya ratusan penumpang.

“Tragedi SJ 182 adalah bukti kegagalan Budi Karya dalam me-manage dunia transportasi Indonesia,” jelas baliho yang dipaparkan oleh demonstran Himmah (14/1/2021).

Menurutnya, pesawat yang Boeing 737-500 itu hilang kontak sekitar pukul 14.30 hingga 15.00 WIB ini dapat menjadi bukti atas kegagalannya.

“Selama dipimpin Budi Karya Sumadi selaku Menhub pernah ada kecelakaan pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Karawang di tahun 2018 lalu,” tambah orator demonstrasi tersebut.

Beberapa insiden kecelakaan pesawat dalam masa jabatan Menteri Perhubungan Budi Karya membuat sejumlah massa mendesaknya untuk mundur.