Milenial Indonesia Gelar Webinar Nasional, Respon Kenaikan BBM dan Ancaman Inflasi

Related

FUT Shoes Hadirkan Jawaban Keresahan Pemilik Telapak Kaki Lebar Yang Susah Untuk Cari Sepatu

Jakarta - Tak gampang memang untuk mencari produk sepatu yang aman dan nyaman serta cocok dengan karakter kaki kita yang unik sebagai...

Milenial Indonesia Gelar Webinar Nasional, Respon Kenaikan BBM dan Ancaman Inflasi

Jakarta - Milenial Indonesia Gelar Webinar Nasional Merespon isu...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Milenial Indonesia Gelar Webinar Nasional Merespon isu terhangat soal kenaikan BBM dan inflasi puluhan generasi milenial turut hadir dalam webinar nasional bertajuk “Kenaikan BBM dan Ancaman Inflasi.” Acara ini dihadiri oleh sejumlah Anggota DPR RI, Pakar Ekonomi dan Pengamat Energi. 

Dalam sambutannya Ketua Umum Milenial Indonesia, Sureza Sulaiman menyampaikan bahwa agenda webinar ini sebagai sarana analisis bagi generasi milenial menghadapi isu terkini. 

“Saya berharap besar webinar ini menjadi sarana analisis bagi generasi milenial untuk ditindaklanjuti di lapangan. ” 

Di samping itu, Anggota DPR RI Muslim S.HI, M.M dari fraksi Demokrat menyampaikan partainya secara tegas menolak kenaikan BBM subsidi. 

“Kenaikan BBM dewasa ini sebulan bisa 2-3 kali. Partai Demokrat secara tegas menolak karena akan merugikan masyarakat terkhusus petani dan nelayan.” Pungkasnya. 

Selain itu, pria yang akrab dipanggil bang Muslim ini menyoroti beberapa anggaran proyek yang bisa direlokasikan untuk tidak menaikan BBM subsidi. 

“Saya mengusulkan pemerintah memangkas anggaran proyek kereta cepat Jakarta 

Bandung, IKN, karena ada hal yang lebih penting menyangkut kebutuhan masyarakat” 

Mantan Anggota Dewan Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono menyampaikan subsidi BBM sudah ada sejak zaman Soehato sampai saat ini. Baginya kenaikan BBM subsidi sangat tidak tepat. Dalam webinar nasional kenaikan BBM dan ancaman Inflasi dirinya menyebutkan pemberian subsidi yang digulirkan pemerintah harus tepat guna. 

“Subsidi BBM itu sudah ada sejak zaman Orde Baru hingga Jokowi. Jadi, kurang tepat jika kenaikan subsidi BBM dilakukan. Untuk meminimalisir anggaran baiknya pemberian subsidi tepat guna.” 

Pengamat energi Hanifa Sutrisna menyampaikan materi terkait kenaikan BBM dan Inflasi dalam sesi webinar dengan mengajak kaum milenial agar fokus mempelajari isu-isu energi terkini. 

“Saya mengajak generasi milenial supaya fokus dalam isu energi terutama energi terbarukan dan tidak. Sumber daya energi bangsa kita besar, milenial harus melek sebab banyak sumber daya kita ini dirampas oleh beberapa pihak asing.” 

Hadir sebagai tokoh pengamat ekonomi. Faisal Basri menilai subsidi yang pemerintah lakukan hari ini tidak tepat sasaran. Dirinya juga menyebut beberapa data yang mengatakan bahwa sebagian kalangan masyarakat mampu menerima BBM subsidi. 

“Pemberian subsidi harus tepat sasaran, 70 % orang kaya yang memakai kendaraan roda empat masih menikmati subsidi, hal ini dinilai tidak tepat sasaran.” 

Acara ini selesai setelah dua pertanyaan dilayangkan oleh peserta kepada pemateri. 

Milenial Indonesia dalam rencananya siap menindaklanjuti analisis terkait kelapangan. (KA)

- Advertisement -