Organisasi GASS Unjuk Rasa di Depan Kantor PUPR Kabupaten Jeneponto

Related

Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Oleh E-Warong

Pesawaran - Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial...

Etika dan Budaya Politik Interpelasi, Menohok Muka Sendiri

Jakarta - Interpelasi mengenai Formula E yang sedang gencar-gencarnya...

PP HIMMAH Audiensi Dengan Kejagung, Bertekad Sinergi Tegakkan Hukum

Jakarta - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH)...

Gerak Indonesia : BEM SI Ada Yang Menunggangi

Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI)...

Rakor Biro Organisasi Telah Resmi Dibuka, Ini Sambutan Gubernur Sultra

Kendari – Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara...

Share

Jakarta – Mahasiswa dari Lembaga Gerakan Aktivis Sulawesi Selatan (GASS), melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada selasa (02/02/2021).

“Dugaan adanya tindak pidana korupsi pada beberapa proyek pekerjaan infranstruktur pembangunan di bidang bina marga dan bidang cipta karya pada dinas PUPR Kabupaten Jeneponto, harus mendapat perhatian serius oleh seluruh pihak,” tegas ketua GASS, Irwan Abbas.

Setelah itu, ia juga menegaskan bahwa penegakan hukum harus kuat dan berkeadilan, khususnya dalam pemberantasan korupsi, menurutnya hal tersebut merupakan harapan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Irwan Abbas Paemba juga menyebut bahwa ada kemungkinan ‘konspirasi jahat’ terhadap pelaksanaan pada beberapa proyek di pekerjaan peningkatan jalan, drainase, trotoar dan pekerjaan sumur bor yang terbagi pada beberapa desa, di kecamatan Binamu, Tamalatea dan Bontoramba.

“Keresahan sosial yang tumbuh berkembang di kalangan masyarakat atas berbagai dugaan pelanggaran yang merugikan keuangan negara dan melanggar aturan perundang-undangan,” sebutnya.

Hal tersebut senada dengan UU RI nomor 28 tahun 1999 yang mengatur tentang penyelenggaraan pemerintahan harus bersih dan bebas dari kolusi, korupsi dan nepotisme .

Irwan berharap tuntutannya diberi atensi oleh pihak aparat penegak hukum agar segera melakukan penyelidikan atas beberapa dugaan korupsi atas PUPR Kabupaten Jeneponto dan meminta kepada Bupati Jeneponto untuk secepatnya mengevaluasi kinerja dari kepala dinas PUPR.

“Saya tegaskan bahwa kami akan kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan massa lebih massif sampai dugaan korupsi di usut tuntas pada beberapa proyek pembangunan infrastruktur, termasuk dugaan keterlibatan salah satu ASN yang terlibat lansung pada pekerjaan sumur bor di kecamatan Bontoramba,” tutupnya.