Organisasi Gim Asiyur Official Buktikan Bermain Gim Tak Harus Anti Sosial

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Asiyur Official merupakan sebuah event organizer (EO) dari clan atau kelompok di dalam gim Call Of Duty Mobile (CODM) yang menamakan diri sebagai Hidden SK8. Kelompok tersebut mengaku kerap kali melakukan kegiatan sosial rutin berupa amal setiap bulannya.

Menurut keterangan dari leader Asiyur Official, kelompok ataupun komunitas gim tersebut terbentuk pada 3 oktober 2020 dan sampai saat ini masih aktif dalam mengorganisir turnamen gim Call of Duty Mobile secara gratis maupun berbayar.

Menurut keterangan berikutnya, itulah cara event organizer ini menggalang dana untuk kegiatan amal tersebut, selain dari sumbangsih donatur, sponsor dan lain-lain.

Pemasukan yang didapat dari donasi akan dihabiskan untuk kegiatan sosial.

Seperti kegiatan amal yang dilakukan oleh kelompok tersebut pada hari Kamis (28/01/2021) lalu yang membagikan 50 paket nasi kotak kepada yang membutuhkan, khususnya yang ada dijalan.

Lanjutnya, pendiri event organizer (EO) gim, Asiyur Official yang tak mau disebut namanya itu berharap agar kedepannya kegiatan amal tersebut tetap dapat dilakukan secara berkala.

“Semoga kegiatan amal dan bakti sosial ini dapat kami lakukan secara rutin,” ucapnya.

Tutupnya, Asiyur Official berharap agar kegiatan yang mereka lakukan dapat diikuti oleh oleh kelompok lain dalam industri e-sport (olahraga elektronik).

Karena menurutnya, selain berfokus ke game, para pemain gim juga harus bisa melihat lingkungan sekitar yang membutuhkan bantuan.

- Advertisement -