PB HMI Mendesak Yusuf Hamka segera Klarifikasi atas Pernyataannya Soal Bank Syariah Kejam

Related

Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Oleh E-Warong

Pesawaran - Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial...

Etika dan Budaya Politik Interpelasi, Menohok Muka Sendiri

Jakarta - Interpelasi mengenai Formula E yang sedang gencar-gencarnya...

PP HIMMAH Audiensi Dengan Kejagung, Bertekad Sinergi Tegakkan Hukum

Jakarta - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH)...

Gerak Indonesia : BEM SI Ada Yang Menunggangi

Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI)...

Rakor Biro Organisasi Telah Resmi Dibuka, Ini Sambutan Gubernur Sultra

Kendari – Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara...

Share

Jakarta – Pengurus Besar Himpunan mahasiswa Islam (PB HMI) menyayangkan pernyataan pengusaha jalan Tol Yusuf Hamka yang menyebut adanya upaya pemerasan Bank syariah terhadap dirinya.

“Sebagai Nasabah, seharusnya yang bersangkutan memahami dan konsekuen terhadap klausul akad saat melakukan permohonan pembiayaan pada bank syariah. Sebagai industri perbankan yanh sedang tumbuh, Bank syariah tentu memiliki pertimbangan bisnis sendiri atas setiap akad atau kontrak dengan merujuk pada ketentuan Bank Indonesia”, ujar Ketua Bidang Pemberdayaan Umat PB HMI Ali Zakiyudin saat dimintai pandangannya di Jakarta pada Rabu (28/07/2021).

Bank syariah, tambah Ali merupakan satu dari sedikit Bank yang mencatatkan pertumbuhan yang positif selama pandemi Covid-19. Hal ini karena bank syariah menyasar segmen UMKM secara ramah dan konsisten dengan prinsip-prinsip Syariah.

“Akad pembiayaan pada Bank syariah tidak pernah menyalahi kaidah ekonomi dan bisnis yang adil dan sehat (muqossid syariah) selama nasabah sejak awal memahami setiap akad yang disepakati bersama. Jika terdapat hal-hal yang mengganjal, nasabah bisa menempuh jalur penyelesaian secara syariah juga, melalui DSN MUI maupun lewat OJK.

Sehingga tidak perlu ada opini yang menyesatkan publik di saat kinerja keuangan dan perbankan syariah nasional sedang dalam proses perkembangan yang positif” terang Ali menambahkan.

Secara bisnis, tambahnya Ali, setiap Bank syariah yang menjadi unit usaha bank konvensional memiliki kebijakan yang berbeda terhadap nasabahnya. Jangan sampai kita menjeneralisir seolah-olah semua bank syariah tidak disiplin syariah.

Karena ternyata, beliau (Yusuf Hamka) memiliki sindikat pembiayaan yang melibatkan banyak bank syariah daerah. Inilah yang menurut kami memicu terjadinya pembengkakkan tagihan atas akad jual beli (murabahah) yang bersangkutan,” tutup Ali

Informasi sindikasi bank tersebut sebetulnya terpampang di laporan keuangan CMNP dan entitas anaknya pada 31 Maret 2021 atau kuartal I-2021. Salah satu anak perusahaan CMNP, yakni CMLJ, memiliki utang bank sindikasi dari ketujuh bank tersebut.

Adapun, bank-bank yang memberikan pinjaman sindikasi disebutkan yaitu Unit Usaha Syariah (UUS) PT BPD Jateng, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, UUS PT BPD Jambi, UUS PT BPD Kalsel, UUS PT BPD Sumut, UUS BPD DIY, dan UUS PT BPD Sulselbar.