PB HMI Versi Abdul Muis Akan Segera Gelar Kongres Ke-XXXI di Makassar

Related

Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Oleh E-Warong

Pesawaran - Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial...

Etika dan Budaya Politik Interpelasi, Menohok Muka Sendiri

Jakarta - Interpelasi mengenai Formula E yang sedang gencar-gencarnya...

PP HIMMAH Audiensi Dengan Kejagung, Bertekad Sinergi Tegakkan Hukum

Jakarta - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH)...

Gerak Indonesia : BEM SI Ada Yang Menunggangi

Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI)...

Rakor Biro Organisasi Telah Resmi Dibuka, Ini Sambutan Gubernur Sultra

Kendari – Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara...

Share

Jakarta – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dibawah kepemimpinan PJ Ketua Umum Abdul Muis Amiruddin, secara resmi telah menetapkan tuan rumah Kongres HMI Ke-XXXI, di Makassar Sulawesi Selatan. Keputusan tersebut, berdasarkan hasil kesepakatan seluruh pengurus itu dilakukan dengan pertimbangan, rapat pengurus dan rapat harian pengurus.

Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi, Fauzhi Marasambesy mengatakan, pengambilan keputusan maupun pelaksanaan Kongres HMI Ke-XXXI tersebut, sesuai dengan hasil mandataris Kongres Ambon.

Adapun pelaksanaan Kongres Ke-XXXI itu, akan dilakukan pada bulan Juni 2021 mendatang. “Ada 17 tempat yang diamanatkan, salah satunya adalah Makassar dan sesuai hasil rapat seluruh pengurus dengan berbagai pertimbangan dan mekanisme rapat harian maka kami bersepakat memilih Makassar Menjadi Tuan Rumah Kongres ke XXXI,” kata Faiz, Selasa (20/04) dalam keterangan persnya.

Senada, PJ Ketua Umum PB HMI, Abdul Muis menegaskan, pelaksanaan Kongres Ke-XXXI itu, dilakukan berdasarkan dorongan dari semua Cabang dan Badan Koordinasi.

Muis berharap, Kongres yang akan digelar pada bulan Juni itu, diharapkan bisa mewujudkan pertarungan ide dan gagasan, tentang Indonesia serta meretas solusi kebangsaan.

“Tantangan Indonesia saat ini salah satunya adalah, tantangan proses demokratisasi yang yang masih berkutat pada persoalan-persoalan politik Identitas, maka HMI harus menjadi solusinya,” kata Muis.

Muis juga menilai, saat ini masih ada ketimpangan yang berjarak dan itu menjadi pemisah antara kelompok miskin dan kaya. Menurutnya, hal itu disebabkan karena, jumlah kekayaan di negeri ini dari sebanyak 49 persen, sebanyak 2 persen dikuasai segelintir orang.

Oleh karenanya, harus ada penegakan keadilan sosial dan keadilan ekonomi, dan pada Kongres tersebut, PB HMI akan menawarkan dan membuat narasi tentang itu.

“Soal-soal ketimpangan ekonomi yang membuat jarak antara orang kaya dan miskin, makin berjarak, 49 persen, kekayaan hanya dikuasai oleh 2 persen orang di republik ini. Keadilan ekonomi dan keadilan sosial mesti ditegakkan dan PB HMI mesti memberikan tawaran” katanya

“Belum Soal Lingkungan Hidup yang konflik kepentingan dengan lajunya pembangunan atas nama pertumbuhan Ekonomi, termasuk arus politik ekonomi Internasional yang membuat kita terpecah belah, identitas Nasional kita mesti dikuatkan atas nama bangsa. Kongres PB HMI mesti melahirkan Solusi atas berbagai persoalan kebangsaan,” tutupnya