PP HIMMAH : KPK dan Kejagung Harus Usut Dugaan Deal Jumbo Berdalih Investasi Antara Telkomsel dan Gojek

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Jakarta – (23/06/2020) Menyikapi deal jumbo yang berdalih investasi antara PT Telkomsel dan PT Go Jek Indonesia sebesar Rp 6,6 Trilyun, Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Republik Indonesia meminta Kejaksaan Agung untuk mengusut hal tersebut.

Ketua Umum PP HIMMAH, Abdul Razak Nasution kepada awak media (23/06) mengatakan bahwa investasi yang dilakukan antara PT Telkomsel dan Gojek diduga merupakan bentuk “pembajakan” oleh kakak kandung Menteri BUMN Boy Tohir karena adiknya menjabat sebagai orang nomor 1 di perusahaan plat merah tersebut

“Kami mendorong KPK dan Kejaksaan Agung mengusut kasus dugaan “pembajakan” Rp 6,6 Trilyun PT Telkomsel yang diduga melibatkan kakak kandung Menteri BUMN Erick Tohir”. Periksa pihak-pihak terkait, Erick Tohir, Boy Tohir dan Nadiem Makarim, tegas Razak

Ada apa PT Telkomsel berinvestasi ke Perusahaan Go Jek yang dimiliki Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, Kita minta KPK periksa nama ini, tambahnya

Himpunan Mahasiswa Al Washliyah akan terus mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kejaksaan Agung untuk mengusut tuntas kasus dugaan pembajakan ini. Tutup Razak

- Advertisement -