PP PERISAI Dan PB SEMMI Menggelar Demo Di Depan Kantor PT. TASPEN Terkait Indikasi Penyalahgunaan Jabatan

Related

PP HIMMAH : Kami Apresiasi Menag Terkait Perpres Pesantren

Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa...

Ini Permintaan MAKI ke Presiden Jokowi

Medan - Dikabarkan Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kerja...

Berhasil Ungkap Perampokan Toko Emas, HIMMAH Sumut Apresiasi Kapolda Sumut

Medan - Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PW...

Terpilih Secara Aklamasi Kamaluddin Nazuli Siregar Resmi Pimpin HIMMAH Asahan 2021-2023

Asahan - Kamaluddin Nazuli Siregar terpilih secara aklamasi menjadi...

Share

Jakarta – PP PERISAI dan PB SEMMI menanggapi peristiwa yang baru-baru ini sedang viral dan dialami oleh salah satu Direktur PT. TASPEN yang berseteru dengan Istri sahnya..

Atas viralnya kejadian tersebut, PP PERISAI dan PB SEMMI melakukan aksi demonstrasi meminta Menteri BUMN, Bapak Erick Thohir untuk mencopot salah satu Direktur Utama PT.TASPEN karena menurut mereka perilaku Direktur PT.Taspen yang diduga melakukan tindakan perselingkuhan dan di gerebek oleh istrinya yang viral di media sosial sudah melanggar kode etik sebagai pejabat atau direksi BUMN.

Menurut Singgih salah satu Anggota PERISAI, dengan adanya peristiwa ini nama BUMN tercoreng dan membuat malu institusi yang terkait akibat perilaku oknum yang seperti itu.

“Hal ini sangat memalukan ketika pejabat publik melakukan tindakan yang sangat tidak terpuji, maka dari itu dengan ini kami meminta beberapa hal. Pertama, meminta Menteri BUMN Bapak Erick Tohir untuk segera mencopot Dirut PT. TASPEN yang bermasalah secepatnya. Kedua, meminta MENPAN RB Bapak Tjahyokumolo untuk memecat Dirut PT. TASPEN tersebut dari status Pegawai Negeri Sipil (PNS)” ujar Singgih.

Meskipun kasus ini termasuk dalam kategori urusan pribadi, namun menurut para pendemo kejadian tersebut merupakan pembuktian bahwa ketidakmampuan Direktur PT.TASPEN menjaga nama baik institusi.

“Kami paham bahwa hal tersebut merupakan urusan pribadi, namun itu mencerminkan kepribadian yang buruk dalam proses kepemimpinan di PT. TASPEN” tambahnya.

Selain mengecam peristiwa tersebut, PP PERISAI dan PB SEMMI juga menduga adanya indikasi penyalahgunaan jabatan dan penyelewengan anggaran Negara pada kasus salah satu Direktur PT. TASPEN tersebut.

Febriansyah salah satu Pengurus SEMMI Wilayah DKI Jakarta Menjelaskan bahwa Penyalahgunaan jabatan yang dimaksud adalah kesadaran etis dari sebuah jabatan yang diamanatkan oleh masyarakat tidak dijalankan dengan baik, sedangkan penyelewengan anggaran Negara yang dimaksud adalah penggunaan anggaran yang seharusnya berupa tunjangan lainnya justru digunakan untuk keperluan pribadi yang menyimpang.

“Uang negara seharusnya jangan digunakan untuk kepentingan pribadi, inikan uang Negara dan milik seluruh rakyat Indonesia, ko tega sih” Ungkap Febri.

Dalam aksi yang terjadi di depan gedung TASPEN, anggota PERISAI dan SEMMI menganggap bahwa pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh salah satu Direktur Utama PT. TASPEN memberi contoh yang buruk terhadap kinerja para pejabat yang lain dalam perusahaan tersebut, mengingat mereka seharusnya memberikan kinerja yang baik, apalagi belakangan ini Menteri BUMN Bapak Eric Tohir sedang giat giatnya membenahi BUMN untuk lebih maju kedepannya.

Terakhir Febri berharap, Bapak Menteri Eric Tohir Untuk tidak segan segan dalam mengambil suatu tindakan, mengingat ini bisa menjadi contoh yang tidak baik bagi kelangsungan kinerja BUMN dimata publik.