Rangkul Mabes Polri dan BNPT, Gemei Gelar Seminar Nasional Bahas Radikalisme dan Agama

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Gemei (Gerakan Mahasiswa Ekonomi Indonesia) kembali mengadakan Seminar Nasional dengan tema Radikalisme dan Agama. Kali ini, Gemei bekerja sama dan merangkul Mabes Polri dan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) yang dipimpin oleh Boy Rafli Amar.

Tujuan Gemei membuat seminar ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada para dosen dan mahasiswa terkait dengan radikalisme dalam beragama serta mengurai sebab-sebab munculnya radikalisme dalam beragama sehingga dapat tersusun konstruksi pendidikan anti-radikalisme secara tepat dan sistematis.

Selain itu juga seminar ini digelar sebagai upaya pencegahan narasi radikal yang banyak bertebaran dimana-mana serta sebagai upaya menangkal pemahaman yang dangkal.

Mencuatnya paham-paham radikal di Indonesia menjadi alasan mengapa Gemei mengadakan seminar seperti ini. Beberapa sebabnya ialah minimnya Critical Thinking terhadap informasi apa yang diterima, kurangnya memahami realitas dan tidak terima akan kondisi saat ini. Kondisi bangsa kita saat ini sangatlah minim pemahaman tentang berita hoax atau palsu.

Berita hoax ini juga dapat memicu terbentuknya paham radikal pada masyarakat. Oleh sebab itu sangat diperlukannya seminar nasional ini untuk mengurangi, mencegah dan juga mengedukasi agar tidak mudah terjebak berita hoax yang bisa mengarah ke paham radikalisme.

Penulis: Albar Poetra

- Advertisement -