Viral, Pemuda Muslimin Sesalkan Terjadinya Penolakan Jenazah Covid 19 di Sumsel

Related

Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Oleh E-Warong

Pesawaran - Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial...

Etika dan Budaya Politik Interpelasi, Menohok Muka Sendiri

Jakarta - Interpelasi mengenai Formula E yang sedang gencar-gencarnya...

PP HIMMAH Audiensi Dengan Kejagung, Bertekad Sinergi Tegakkan Hukum

Jakarta - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH)...

Gerak Indonesia : BEM SI Ada Yang Menunggangi

Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI)...

Rakor Biro Organisasi Telah Resmi Dibuka, Ini Sambutan Gubernur Sultra

Kendari – Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara...

Share

Indralaya – Kasus penolakan jenazah Covid-19 masih saja terjadi sampai saat ini. Kajadian itu menerpa salah satu korban di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan (Sumsel).

Pemuda Muslimin menyayangkan hal itu bisa terjadi dan sama sekali tidak mencerminkan sikap islami.

Ketua PW Pemuda Muslimin Sumatera Selatan, Harda Belly, menjelaskan jenazah dan keluarga yang ditinggalkan merupakan korban musibah. Semestinya, masyarakat bersimpati dan turut berduka cita.

“Ini adalah musibah yang bisa menimpa siapapun, masyarakat tidak boleh mengucilkan korban apalagi sampai menolak pemakamannya. Hal itu tidak dibenarkan dalam Islam. Siapapun yang kena musibah harus dibantu untuk meringankan beban yang dipikulnya,” kata Harda ke Wartawan di kawasan Jakarta Pusat (22/07/2021).

Ia meminta masyarakat tidak menyikapi secara berlebihan terhadap semua penyintas Covid-19, baik yang sedang isolasi mandiri, dirawat, dan kepada yang sudah wafat.

“Mereka harus diperlakukan secara manusiawi yang penuh kasih sayang dan belas kasih,” tambahnya.
Menurutnya, jenazah korban Covid-19 yang beragama Islam, sudah diurus oleh tim medis dari proses pemandian, pengkafanan, pensolatan sampai pemakamannya sesuai dengan syariat islam.

“Yang pasti semua proses pengurusan jenazah sudah ada yang mewakili dari petugas medis, jadi tidak usah khawatir, bagi yang beragama Islam pasti sudah sesuai dengan tuntunan syariat,” ujarnya.

Kasus penolakan jenazah Covid-19 lantaran masyarakat masih salah paham dan takut ditulari virus tersebut.

“Jenazah itu tidak menulari virus lagi karena sudah sesuai dengan prokes dan virus ikut mati bersama korban yang meninggal itu jadi tidak mungkin menular lagi,” ucapnya.

Dikutip dari palembang.tribunnews.com, kejadian itu menimpa jenazah RL, seorang pasien Covid-19 yang saat akan dimakamkan mendapat lima kali penolakan oleh warga.

Mayat korban akhirnya bisa dimakamkan pada Rabu (21/07/2021) pukul 03.00 WIB.

Pasien berusia 69 tahun itu diketahui meninggal dunia pada Selasa (20/07/2021) sekitar pukul 12.00 di RSUD Ogan Ilir.

Harda berharap pemerintah setempat bisa mengedukasi masyarakat sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

“Masyarakat kan tidak terlalu paham, jadi tidak bisa serta merta disalahkan. Ini tanggung jawab pemerintah setempat baik dari bupati sampai tingkat RT RW harus memberikan pemahaman agar masyarakat waspada Covid-19 namun tidak berlebihan dengan menolak jenazah korban Covid-19,” tutup Harda.