Cara Jitu Dan Efektif Mencegah Covid-19 Oleh Poros Rawamangun Dan Ahli Epidemologi

Related

Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Oleh E-Warong

Pesawaran - Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial...

Etika dan Budaya Politik Interpelasi, Menohok Muka Sendiri

Jakarta - Interpelasi mengenai Formula E yang sedang gencar-gencarnya...

PP HIMMAH Audiensi Dengan Kejagung, Bertekad Sinergi Tegakkan Hukum

Jakarta - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH)...

Gerak Indonesia : BEM SI Ada Yang Menunggangi

Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI)...

Rakor Biro Organisasi Telah Resmi Dibuka, Ini Sambutan Gubernur Sultra

Kendari – Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara...

Share

Jakarta – Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung dari Tahun 2019 ini semakin hari semakin bermutasi menjadi banyak varian sehingga menggugah Poros Rawamangun bekerjasama dengan Ahli Epidemologi Dr. Normalina Sandora dan H. Eko membuat sosialisasi pencegahan Virus Covid-19 ini.

Khususnya di Provinsi DKI Jakarta yang belakangan ini melonjak tajam sehingga Pemerintah Daerah menarik rem darurat dengan melakukan Penebalan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro sehingga kegiatan masyarakat dibatasi hingga pukul 20.00 demi mengurangi penyebaran Covid-19 di masyarakat.

Pencegahan Covid-19 sebenarnya bisa dimulai dari kita sendiri dengan menggunakan masker selama berkegiatan dan juga tetap menjaga jarak serta rajin mencuci tangan demi mencegahnya penularan Covid-19.

Namun kita bisa lebih fokus pada bagaimana menanggulangi penularan melalui udara, terutama bila berada dalam ruangan tertutup, karena 90% aktifitas manusia pada umumnya ada dalam ruangan.

Sebaiknya selalu membuka jendela bila berada dalam ruangan atau rumah, dan tidak membawa tamu ke dalam rumah terutama bila ada keluarga yang beresiko tinggi. Namun bila bekerja dalam ruangan tertutup yang tidak ada ventilasinya, dan tidak memungkinkan untuk ada jendela, maka menggunakan alat pembersih udara yang mempunyai kapasitas menangkap partikel polutan/ ludah yang mengadung virus dapat bermamfaat menurunkan jumlah virus yang terjebak dalam ruangan (viral load).

Penggunaan pembersih udara tersebut semestinya mempunyai factor pembunuh virus agar dapat menurunkan kadar virus dalam ruangan, sehingga sangat penting bila masyarakat mempelajari secara benar alat yang dibeli agar dapat bekerja sesuai denga kapasitasnya. Selain itu kebersihan ruangan dengan penggunaan desinfektan juga diperlukan, asal dilakukan secara benar dan tidak berlebihan.

Selain itu perlu diingat untuk menggunakan masker yang standard dan benar, karena terkadang masih terjadi kebocoran droplet atau aerosol virus saat menggunakan masker. Disarankan untuk menggunakan masker minimal 3 lapis demi mengurangi kebocoran droplet tersebut.

Sosialisasi ini diharapkan dapat menekan angka Covid-19 yang semakin meningkat dan kembali mengingatkan jika kerja full didalam ruangan tertutup sangatlah berbahaya, jadi tidak cukup sekedar 3M apalagi telah timbul varian virus baru Covid-19