Ditengah Krisis Kesehatan Global, BAM Indonesia: Kelompok Kepemudaan-Kemahasiswaan Harus Ambil Peran

Related

Ini Permintaan MAKI ke Presiden Jokowi

Medan - Dikabarkan Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kerja...

Berhasil Ungkap Perampokan Toko Emas, HIMMAH Sumut Apresiasi Kapolda Sumut

Medan - Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PW...

Terpilih Secara Aklamasi Kamaluddin Nazuli Siregar Resmi Pimpin HIMMAH Asahan 2021-2023

Asahan - Kamaluddin Nazuli Siregar terpilih secara aklamasi menjadi...

Penggiat Anti Korupsi : Proyek Tahun Jamak Ogan Ilir 2007-2010 Berpotensi Rugikan Negara 103 Miliar

Palembang - Pegiat Antikorupsi Sumatera Selatan, Feri Kurniawan menilai...

Share

Jakarta – Koordinator Barisan Aktivis Muda (BAM) Indonesia, Enday Hidayat menghimbau kepada seluruh aktivis mahasiswa dan Kepemudaan agar bersama-sama mengedepankan sense of crisis ditengah musibah covid-19.

“Ini saatnya mahasiswa mengedepankan hati dan pikirannya untuk sama sama membantu Negara dalam menangani wabah covid-19 sesuai tridharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat, kita perlu perkuat solidaritas, tunjukkan pada dunia bahwa kita bangsa yang kuat dan solid,” kata Enday kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (24/07/21)

Aktivis alumnus UIN Jakarta tersebut juga menjelaskan bahwa gelombang kedua covid-19 ini telah merusak banyak sendi-sendi kehidupan dalam bernegara dan bermasyarakat. Oleh karena itu, jarak antara kaum intelektual dengan masyarakat harus sedemikian dekat agar tercipta perasaan yang sama sehingga Indonesia bisa keluar secepatnya dari wabah corona.

“Ditengah situasi seperti ini, kita sebagai mahasiswa dan kelompok kepemudaan yang terdidik dan tercerahkan haruslah memerankan diri dengan aksi nyata ditengah-tengah masyarakat, kalau kaum intelektual mengambil jarak dengan masyarakat maka perang menghadapi wabah akan sangat sulit kita hadapi bersama,” ucapnya.

Saat ini pemerintah sedang menggalakan vaksinasi masal. Enday mengajak agar  hal ini harus disambut baik oleh aktivis kemahasiswaan untuk terlibat dan berperan bersama pemerintah untuk mensosialisasikan vaksinasi kepada masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar kita agar terbebas dari covid 19.

“Mahasiswa bisa ambil peran untuk mensosialisasikan vaksin sebagai salah satu cara untuk menekan laju kencang virus tersebut, dari pada kita berbuat hal-hal yang tidak produktif, lebih baik kita berbuat sesuatu sebagai bentuk ikhtiar,” pintanya.

“Tidak ada pemerintah tanpa salah, semua pemerintahan di Negara manapun pasti kondisinya sama seperti Indonesia, sedang berjuang menghadapi wabah Corona yang merupakan hal baru bagi dunia global, hanya Negara yang masyarakatnya kompaklah yang berhasil,” tambahnya.

Enday juga berpendapat bahwa Kapolri dan TNI telah berjuang untuk melakukan vaksinasi masal di berbagai wilayah dengan menggandeng seluruh lapisan dan kalangan organisasi, termasuk organisasi kepemudaan-kemahasiswaan, tentu ini langkah yang tepat untuk anak muda untuk terus memberikan pemahaman agar kesadaran pentingnya vaksinasi ini tumbuh dimasyarakat dan menyingkirkan berita-berita hoax.

“Sudahi kegiatan- yang tidak produktif yang justru menimbulkan cluster-cluster baru penyebaran covid-19, mari berperan efektif agar pandemi covid19 ini segera berlalu, Prinsipnya adalah sebagai kelompok kepemudaan kita harus menjadi jembatan antara masyarakat umum dan kebijakan pemerintah,” tutupnya.

Sebagai informasi, Pemerintah telah resmi mengubah istilah PPKM ‘Darurat’ di Jawa-Bali menjadi PPKM Level 4, sebagaimana tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 22 Tahun 2021.