DPD II KNPI Jakarta Timur Tegaskan Tegak Lurus Dengan DPD I KNPI DKI Jakarta Pimpinan Ronny Bara

Related

FUT Shoes Hadirkan Jawaban Keresahan Pemilik Telapak Kaki Lebar Yang Susah Untuk Cari Sepatu

Jakarta - Tak gampang memang untuk mencari produk sepatu yang aman dan nyaman serta cocok dengan karakter kaki kita yang unik sebagai...

Milenial Indonesia Gelar Webinar Nasional, Respon Kenaikan BBM dan Ancaman Inflasi

Jakarta - Milenial Indonesia Gelar Webinar Nasional Merespon isu...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Polemik setelah terjadinya pengukuhan DPD I KNPI DKI Jakarta masih terus berlanjut. Namun, dibalik itu semua terselip berbagai dukungan untuk DPD I KNPI DKI Jakarta.

Salah satunya merupakan dukungan keserasian dan keselarasan dalam berorganisasi dengan satu tujuan yang sama yang dilontarkan oleh Ketua DPD II KNPI Jakarta Timur, Ikhsan Akbar.

Ikhsan akbar menyatakan bahwa dengan terbitnya SK caretaker DPD I KNPI DKI Jakarta sangatlah memalukan. Sebab menurut hasil Musyawarah Mufakat sebelum Musda penyatuan DKI Jakarta para ketua demisioner bersepakat untuk melaksanakan Musda Penyatuan Di DPD KNPI DKI Jakarta dengan ditanda tangani petisi penyatuan dan disaksikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta serta dari masing masing Kubu yaitu Ichwanul Muslimin Dault, Rahmat Apriyanto dan Bambang Irawan yang mewakili dari semua unsur untuk sepakat melaksanakan Musda Penyatuan Di Provinsi DKI Jakarta.


“Saya sebagai Ketua KNPI Jakarta Timur sangat menyayangkan sikap salah satu Oknum yang menyatakan Bahwa Seluruh DPD II KNPI di DKI JAKARTA menyetujui hasil Rapat Caretaker tersebut dan ini merupakan Pembohongan bagi Publik. Oleh karena itu saya Selaku Ketua KNPI DPD II Jakarta Timur akan tetap mendukung penuh Ketua DPD I KNPI DKI Jakarta yaitu Bung Ronny Bara Pratama yang merupakan hasil dari kesepakatan bersama Musda Penyatuan Maret Lalu di Gor Sunter Jakarta Utara.” Ujar Ikhsan

Ikhsan mengajak semua pemuda agar bersatu demi kemajuan pemuda jakarta dan tidak terpecah belah oleh segelintir oknum yang berkedok menyatukan padahal aslinya menghancurkan.

“Mari kita semua bergandengan tangan agar kiranya Pemuda di Jakarta tidak lagi terpecah belah oleh karena hasutan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.” Tutup Ikhsan

- Advertisement -