Gubernur Sumut Dianggap Egois Dalam Kepemimpinannya

Related

FUT Shoes Hadirkan Jawaban Keresahan Pemilik Telapak Kaki Lebar Yang Susah Untuk Cari Sepatu

Jakarta - Tak gampang memang untuk mencari produk sepatu yang aman dan nyaman serta cocok dengan karakter kaki kita yang unik sebagai...

Milenial Indonesia Gelar Webinar Nasional, Respon Kenaikan BBM dan Ancaman Inflasi

Jakarta - Milenial Indonesia Gelar Webinar Nasional Merespon isu...

Share

- Advertisement -

Medan – Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Sumatera Utara nilai Gubsu Edy Rahmayadi egois dalam kepimpinannya.

Pasalnya dikabarkan dibeberapa media pemprov Sumut mengalokasikan anggaran Pengaspalan Rumah Dinas Gubernur Sumut capai Rp 2 miliar. Anggaran untuk tender itu berasal dari Perubahan APBD 2021 dan pemenang tender CV Garuda Nusantara Perkasa.

Berdasarkan LPSE Sumut, proyek tersebut diberi nama pengaspalan rumah dinas gubernur dengan kode tender 21066027.

Nilai pagu paket Rp 2.001.442.500 (Rp 2 miliar). Nilai HPS paket Rp 1.998.386.375,71 (Rp 1,9 miliar), demikian tertulis di situs LPSE Sumut.

Sukri Soleh Sitorus Plt. Ketua PW HIMMAH Sumut berkomentar tentang Pengaspalan Rumah Dinas tersebut dinilai pemborosan anggaran dan Gubsu terkesan egois dalam kepemimpinannya hanya mementingkan fasilitas pribadi dari pada kepentingan masyakat banyak Sumatera Utara.

Hal tersebut sangat menyakiti hati dan perasaan masyarakat Sumut “bayangkan saja masih banyak lagi jalan di Sumatera Utara yang belum tersentuh oleh aspal sejak Indonesia merdeka sampai sekarang, contohnya saja ada di Kab. Karo, Kab. Labura dan daerah lainnya. Seharusnya inilah yang menjadi prioritas utama pemprovsu.

Sambung Sukri, saya pikir rumah dinas Pemprov Sumut sudah lebih dari cukup, untuk apa Rumah Dinas Megah Meriah sementara banyak masyarakat daerah masih mempersoalkan jalan yang rusak hancur lebur” Ucap Sukri.

Pak Gubernur harus membuka mata masih banyak masyarakat Sumatera Utara yang bergelut dengan lumpur jalan demi untuk mengais rejeki menapkahi kebutuhan keluarganya, anak sekolah bersimbah lumpur demi untuk menempuh pendidikan kesekolah dengan jalan yang cukup parah.

Belum lagi dikabarkan, kritikan yang dilayangkan kepada Gubsu pemborosan anggaran menaggapi dengan santai “Bila Perlu 100 Miliar saya bikin”, ini akan menambah sakit hati masyarakat, kesannya Gubernur hanya mementingkan pembangunan Istana Sumut dari penderitaan masyarakat, wajar saja Masyarakat Karo menyampaikan aspirasi jalan rusak langsung kepusat kepada Bapak Presiden, Tutup Sukri.

- Advertisement -