Hadir di Madrasah Pemikiran Bung Karno sesi Perdana, Niko Rinaldo: Pemuda Subang Bersatulah.

Related

Ketua MPR RI Bamsoet Tantang Ducati Produksi Motor Listrik

Jakarta - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan...

M.Fajar Hasan: Tahun Politik 2023, Kita Berharap Iklim Investasi RI Stabil

Jakarta - Muhammad Fajar Hasan, pengusaha asal Sulawesi Tenggara...

1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading Gelar Nonton Bareng FIFA World Cup Qatar 2022 

Jakarta - Bagi pecinta sepak bola, Piala Dunia tentu sangat dinantikan. Rela bergadang demi menyaksikan timkesayangan yang bertanding di lapangan hijau. Nah, bagikalian pecinta sepak bola tak perlu khawatir. Sebab, 1O1 URBAN Jakarta Kelapa Gading telahmendaftarkan “Café Komunal” sebagai tempat nontonbareng FIFA...

Share

- Advertisement -

Subang – Madrasah Pemikiran Bung Karno sesi perdana Menghadirkan narasumber Niko Rinaldo. M. I. Kom Founder Rumah Perubahan Pantura dan Teguh Deni Al jabar Pegiat Literasi yang juga penulis buku dengan tema ‘Spirit Nasionalisme dan Pemikiran Pendiri Bangsa Indonesia di Museum Wisma Karya Kab. Subang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 50 orang terdiri dari Forum OSIS, Mahasiswa, Pemuda Batak Bersatu, karangtaruna malandang, jaringan pemuda karawang dan purwakarta.

Niko Rinaldo yang juga sekretaris DPC PDI Perjuangan Subang mengatakan penting bagi kita generasi z dan milenial mewarisi pemikiran Bung Karno dan pendiri Bangsa lainnya, sehingga bangsa ini tidak kehilangan arah, akar sejarah itu untuk menegaskan siapa kita dari perjalanan panjang lahirnya republik ini.

Pemikiran-pemikiran Bung Karno dengan kemajuan teknologi komunikasi saat ini, tentunnya sangat mudah diakses, tapi bukn hanya untuk diingat, dihapalkan, bagimana spirit nasionalisme tersebut bisa dimplementasikan dalam kondisi kekinian.

Niko kader Taruna Merah Putih Jawa Barat mengajak pemuda Subang untuk bersatu, hal ini penting sebagai modal awal untuk berkontribusi demi kemajuan Kab. Subang.

tantangan dari qoute Bung Karno ‘perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri’ dirasa masih sangat relevan, banyak generasi muda yang terbelah karena perbedaan warna politik, latar belakang dan lain sebagainya, oleh karena itu di tempat yang bersejarah ini museum wisma karya, di Kabupaten satu-satunya dijawa barat yang menggunakan identitas benteng pancasila, kita harus menghadirkan kepeloporan tentang pentingnya persatuan, khususnya bagi generasi z dan milenial yang dihadapkan dengan kemajuan teknologi komunikasi yang begitu cepat, nyaris tanpa filter.

Anja Hawari Fasya inisiator Madrasah Pemikiran Bung Karno mengapresiasi Kang Niko dan Kang Teguh yang berkenan menjadi pembicara perdana kegiatan rencanannya akan reguler dilaksanakan.

Saya bersukur bisa mengawali di moment yang sangat penting, di Bulan Juni, Bulan Bung Karno, dimana Hari Lahir Pancasila, Bung Karno Lahir dan Bung Karno wafat. Jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. (KA)

- Advertisement -