ISCW Menganggap ASN Yang Rangkap Jabatan Sebagai Pimpinan Cabor Langgar Asas Kepatutan

Related

Alumni Fakultas Hukum USU Akan Melaksanakan Musyawarah IKA FH USU TAHUN 2022

Medan - Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH-USU) merupakan...

Jadi Agenda Konsolidasi, DPC PPP Jakarta Utara Gelar Musancab Serentak

Jakarta - DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Jakarta...

Adili Dan Tutup PT. SMGP di Mandailing Natal

Medan - Keselamatan nyawa masyarakat seakan tidak begitu penting...

Share

- Advertisement -

Jakarta – Direktur Indonesia Sport Corruption Watch Rudy Darmawanto menyoroti adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi Ketua Cabang Olahraga (Cabor).

“Di Indonesia banyak sekali ASN yang merangkap jabatan menjadi Ketua cabang olahraga. Namun, apakah ASN tersebut siap dan berkompeten?” kata Rudy kepada Wartawan di Jakarta, Jumat (17/12/2021).

Menurutnya, menang atau kalah menjadi hal yang wajar di dunia Kompetisi, sama halnya dengan olahraga ketika dipertandingkan. Namun kekalahan itu menjadi tanda tanya jika memang atletnya sudah mumpuni namun masih saja tetap kalah.

“Banyak alasan mengapa bisa kalah. Salah satu kesalahan yang seringkali muncul ialah kesalahan dari pihak pengurus dalam hal ini yang biasanya disalahkan ialah pimpinan Cabor.

Banyak sekali contoh-contoh ketika jabatan seorang pemimpin disepelekan, kata Rudy, ia menjadi lalai dan secara tidak langsung menghancurkan cabor yang dipimpinannya.

Rudy mengakui, dalam peraturan pemerintah nomor 16 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Ke-olahragaan itu, ASN tidak dilarang untuk merangkap jabatan sebagai salah satu pimpinan cabang olahraga.

Namun, menurutnya, dari sisi moralitas ASN tersebut, apakah ia pantas meninggalkan jabatannya sebagai pimpinan karena tugas awalnya sebagai ASN yang sering diberi tugas oleh atasan.

“Alangkah baiknya ASN fokus ke tupoksinya saja sebagai ASN.” tegasnya.

Rudy mencontohkan, perebutan kursi Ketua Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) DKI Jakarta, salah satu candidatnya adalah Kepala Bidang (Kabid) di Dinas Pemprov DKI Jakarta.

Menurut Rudy, jika dia terpilih, pastinya akan menghambat pelayanan masyarakat dia sebagai ASN pelayanan dan tidak akan fokus terhadap pembinaan atlet dan cabor itu sendiri.

Ia pun menegaskan, jika ASN Jadi Pimpinan Cabor, patut diduga, melanggar azas kepatutan. “Apalagi bila pimpinannya tidak mengijinkan secara tertulis. Maka akan mendapatkan masalah dikemudian hari,” terangnya.

“Karena itu carilah kandidat Ketua Cabor itu yang profesional di bidangnya dan bebas waktu, juga bersedia fokus membangun Perbasasi,” tandas Rudy.

Rudy menegaskan, sudah seharusnya cabang olahraga di pegang oleh orang yang memang sudah profesional di bidangnya. “Bukan dijabat oleh ASN yang notabene-nya rangkap jabatan.” pungkasnya.

- Advertisement -